JAKARTA, KOMPAS.com - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) meresmikan Pusat Uji Klinik Fase I, yang merupakan pusat pengujian obat pada manusia. Pembangunan pusat uji klinik ini adalah yang pertama kali di Asia Tenggara. Laboratorium serupa juga ada di Korea Selatan.
"Pusat Uji Klinis Fase 1 akan mengadakan uji klinis obat yang diujicobakan pada manusia," kata Direktur RSCM, Akmal Taher, saat peringatan 90 tahun RSCM di Jalan Diponegoro, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (25/11).
Dia mengatakan, pembangunan Fase I ini adalah kerja sama antara RSCM dengan Jerman. "Basisnya berkaitan dengan kepercayaan atas pengadaan obat," kata dia.
Menurut Akmal, pusat uji klinik ini memerlukan perawatan dengan pantauan yang ketat. Kapasitas rumah sakit terbesar di Jakarta itu telah melampaui batas ideal. Diperlukan terobosan untuk mengatasi masalah itu. "Saya katakan rumah sakit ini sudah penuh sesak," kata Akmal.
Dia mengatakan, saat ini RSCM memiliki 1.300 tempat tidur pasien. RSCM juga mencatat terdapat 2.000 pasien rawat jalan per hari dan 1.250 kunjungan pasien yang berasal dari rujukan jamkesmas.
"Selain itu juga merawat empat ribu pasien rawat inap per tahun," kata Akmal.
Sehingga, lanjut dia, saat ini diperlukan strategi untuk mengatasi terbatasnya kapasitas atau daya tampung rumah sakit nasional ini. "Bagaimana sekarang mengatur rujukan supaya RS ini benar-benar diperuntukkan bagi mereka yang membutuhkan rumah sakit ini," kata Akmal Taher.