KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Menahan Marah di Kantor Bisa Mematikan
Selasa, 24 November 2009 | 14:27 WIB

KOMPAS.com — Bertumpuknya kewajiban, entah berupa tugas kantor atau ketidakcocokan dengan gaya kepemimpinan atasan, bisa membuat kita tertekan. Bila diabaikan, perasaan tertekan ini semakin menjadi-jadi. Bukan mustahil, akan muncul gangguan kesehatan serius atau kematian gara-gara stres.

Studi terkini yang dilakukan para ahli dari the Stress Research Institute, Stockholm, Swedia, terhadap 2.775 pria bekerja menunjukkan bahwa pekerja yang selalu menekan kekecewaan dan kemarahan mereka ketika diperlakukan tidak adil di kantor berisiko lima kali lebih tinggi mengalami serangan jantung, bahkan meninggal, dibanding mereka yang mengekspresikan kemarahannya.

"Setelah menyesuaikan faktor usia, ekonomi, perilaku berisiko, ketegangan dalam kerja, dan faktor biologi sebagai dasar, kami menemukan hubungan yang erat antara menahan marah dan risiko serangan jantung atau kematian karena jantung mendadak berhenti," tulis para peneliti dalam laporannya.

Pekerja yang yang dikategorikan introvert tersebut memiliki ciri "membiarkan sesuatu berlalu tanpa mengatakan apa pun" dan "pergi menjauh" meski masih ada rasa tidak puas atau beban karena tindakan rekan kerja atau bos.

Mereka yang sering menggunakan teknik menahan diri ini memiliki risiko dua hingga lima kali lebih besar untuk menderita penyakit jantung dibanding dengan mereka yang termasuk dalam kelompok frontal di tempat kerja. Hasil studi ini dipublikasikan dalam The Journal of Epidemiology and Community Health.

Para peneliti memang tidak memberikan jawaban mengenai cara untuk menghadapi stres di kantor. Namun, mereka menyarankan untuk menghadapi konflik secara terbuka, misalnya dengan cara protes secara langsung, bicara dengan atasan atau rekan kerja setelah amarah mereda, hingga berteriak langsung kepada orang yang bersangkutan.

Penulis: AN   |   Editor: acandra   |   Sumber : Reuters Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!