KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Wah... 515 Zat Kimia Dipakai di Kulit Wanita
Selasa, 24 November 2009 | 13:04 WIB

KOMPAS.com — Kulit halus, bersih, dan bebas noda merupakan hal yang penting untuk kecantikan. Namun, apakah ini berarti kita harus memakai belasan produk kosmetik yang berderet-deret di meja rias setiap hari?

Sebuah polling yang dilakukan terhadap 2.016 perempuan Inggris mengungkapkan, rata-rata perempuan menggunakan 515 jenis bahan kimia setiap harinya. Zat-zat kimia itu didapatkan dari berbagai produk kecantikan yang dipakai, mulai dari pembersih, pelembab, deodoran, lipstik, hingga parfum.

Lebih dari sepertiga wanita yang disurvei mengatakan bahwa mereka tak begitu peduli pada kandungan bahan-bahan yang terdapat dalam kosmetik yang dipakai. Padahal, sebagai contoh, sebuah produk pelembab kulit mengandung lebih dari 30 jenis bahan kimia atau parfum yang mengandung 400 jenis bahan kimia.

Bila poling ini dilakukan di Indonesia, hasilnya mungkin tak akan jauh berbeda. Pasalnya, kebutuhan untuk tampil cantik dan mempertahankan keindahan kulit kini telah jadi kebutuhan wanita di mana pun mereka berada.

"Wanita di era modern ini menjadi sangat peduli pada penampilan. Peralatan dandan mereka pun mengalami perubahan sangat pesat dalam beberapa tahun. Bila sebelumnya wajah cukup dibersihkan, maka kini ada berbagai jenis krim perawatan yang dipakai," kata salah satu peneliti.

Kosmetik generasi terbaru diketahui mengandung lebih banyak bahan kimia aktif, seiring dengan kemajuan teknologi di bidang kecantikan dan berbagai manfaat ekstra yang dicari konsumen. Bila di masa lalu seorang wanita merasa sudah cukup menggunakan krim anti-kerut, maka kini belum lengkap jika mereka belum memakai krim khusus mata untuk mengobati masalah kantong mata, misalnya.

Penulis: AN   |   Editor: acandra   |   Sumber :health24 Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!