Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Takut Biaya, Pasien Kabur dari Rumah Sakit
Laporan wartawan KOMPAS Kornelis Kewa Ama Khayam
Kamis, 19 November 2009 | 16:29 WIB
Shutterstock
Ilustrasi

KUPANG, KOMPAS.com - Karena takut beban biaya rumah sakit sampai Rp 5 juta lebih, Atrus Koliman (26), warga RT 22 Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang, kabur dari Rumah Sakit Umum Yohannes (RSUD) Kupang, Kamis (19/11) dini hari.

Kini, petugas RSUD Yohannes Kupang bersama anggota polisi mencari Koliman untuk dibawa pulang ke rumah sakit. Petugas kesehatan ruang kelas tiga, rawat inap laki laki, Daniel Manu di Kupang, Kamis (19/11) mengatakan, Koliman masuk RSUD Yohannes Kupang, Senin (2/11), dengan keluhan sakit di bagian perut bawa.

Setelah diperiksa dokter, Koliman menderita sakit usus buntu. Koliman kemudian diputuskan dioperasi oleh dokter bedah rumah sakit itu. Koliman menolak keputusan itu dengan alasan tidak ada biaya. Tapi, dia juga tidak memiliki kartu identitas sebagai warga miskin dari kelurahan atau kepala desa, tempat Koliman berdomisili.

Tapi, karena kondisinya sudah parah, dokter tetap memutuskan operasi. Setelah sukses menjalani operasi, pihak rumah sakit menyarankan agar orangtua atau keluarga Koliman segera memroses kartu tanda warga miskin.

"Tetapi sampai tanggal 18 November 2009, tidak ada keluarga Koliman mengatur kartu identitas miskin tersebut. Sementara Koliman meminta segera pulang ke rumah karena biaya rumah sakit terus membengkak," katanya.

Pihak keluarga juga tidak menyatakan kesanggupan membayar biaya sebesar Rp 5 juta lebih tersebut. Koliman pun merasa terus terbebani, akhirnya kabur dari rumah sakit. Jika Koliman memiliki surat keterangan atau kartu tanda warga miskin dari lurah atau kepala desa, dia akan menjalani pengobatan secara cuma-cuma. Sudah banyak pasien miskin yang dilayani tanpa memungut biaya.

Editor: hertanto Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!