
SURABAYA, KOMPAS.com - Rumah Sakit (RS) Pendidikan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang dibangun dengan dana Rp550 miliar akan beroperasi mulai pertengahan 2010.
"Alhamdulillah, pembangunan fisiknya sudah selesai dan tinggal pembenahan bagian dalam dan peralatannya," kata Rektor Unair Surabaya Prof Dr H Fasich Apt di Surabaya, Kamis (19/11).
Ia mengemukakan hal itu di sela-sela "Toping Off" (penyelesaian bangunan fisik yang terakhir) di halaman Rektorat Unair yang dihadiri Ketua Harian Senat Unair Prof Sam Soeharto.
Menurut rektor, terselesaikannya bangunan fisik berarti penyelesaian RS Pendidikan yang pertama kalinya di Indonesia itu sudah selesai 60 persen.
"60 persen itu menghabiskan dana sekitar Rp312 miliar, sedangkan sisanya akan digunakan melengkapi sarana layanan dasar dan peralatan untuk RS Pendidikan," katanya.
Dalam waktu yang sama, ia meminta fakultas terkait seperti kedokteran, farmasi, psikologi, dan sebagainya untuk menyiapkan manajemen pelayanan dalam RS Pendidikan itu.
Senada dengan itu, Ketua Harian Senat Unair Prof Sam Soeharto menilai kesiapan fisik dan nonfisik akan meningkatkan kepercayaan pemerintah dan masyarakat kepada Unair.
"Unair sudah dipercaya dalam merancang ’seed vaccine’ H1N1 dengan dana Rp200 miliar dari nilai total penelitian dan produksi massal vaksin H1N1 sebesar Rp1,3 triliun," katanya.
Apalagi, katanya, pemerintah sekarang juga memercayai Unair untuk membangun Rumah Sakit Infeksi dengan dana sebesar Rp400 miliar. "Jadi, Unair sudah dipercaya pemerintah dengan dana lebih dari Rp1 triliun untuk RS Pendidikan, RS Infeksi, dan seed vaccine H1N1 dan H5N1, karena itu perlu kebersamaan," katanya.