Minggu, 21 Desember 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Pemerintah Canangkan Program Imunisasi Lengkap di Lima Provinsi
Laporan wartawan KOMPAS Indira Permanasari S
Selasa, 17 November 2009 | 20:58 WIB
KOMPAS/MAHDI MUHAMMAD
Seorang anak sedang mendapatkan vaksinasi di Masjid Jamik Al A la, Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Kamis (8/10). Departemen Kesehatan menetapkan empat provinsi, yaitu Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Maluku Utara, dan Papua, sebagai daerah pertama yang melaksanakan imunisasi massal tahun 2009 untuk mengurangi angka kematian bayi.
TERKAIT:

 

JAKARTA, KOMPAS.com  -  Pemerintah mencanangkan program percepatan cakupan imunisasi lengkap di desa/kelurahan di lima provinsi. Diharapkan target universal child immunization (UCI) tercapai tahun 2010.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Ling kungan Departemen Kesehatan Tjandra Yoga Aditama mencanangkan percepatan imunisasi itu di Posyandu Melati, Kelurahan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (17/11).

Akselerasi awal di lima provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten dan DKI Jakarta yang mencakup 46 kabupaten/kota dan 2.083 desa.

Sebesar 52 persen sasaran imunisasi berada di lima provinsi itu. Selain itu, jumlah anak dengan imunisasi yang tidak lengkap (drop-out tinggi) ada di lima kawasan itu (55,3 persen dari angka nasional). Pemberian imunisasi mencakup seluruh imunisasi dasar bagi bayi usia kurang dari 12 bulan yakni BCG, DPT, Hepatitis B, campak, dan polio.

Kegiatan percepatan imunisasi berupa Drop Out Follow Up (DOFU) yaitu melengkapi imunisasi bagi sasaran yang belum lengkap status imunisasi dasarnya. Untuk memperbesar cakupan dilakukan pula sweeping dengan mendatangi dan memobilisasi sasaran yang belum pernah mendapatkan imunisasi dasar.     

Tjandra mengatakan, dengan percepatan di daerah tersebut, diharapkan tar get UCI yakni cakupan imunisasi lengkap minimal 80 persen secara merata di 100 persen desa atau kelurahan pada tahun 2010 tercapai. Imunisasi merupakan program preventif yang berkontribusi besar terhadap peningkatan Human Development Index (HDI) Indonesia karena menghindari kematian.

 

Editor: ksp Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!