
JAKARTA, KOMPAS.com — Saya seorang wanita berusia 26 tahun yang akan menikah dalam waktu 3 minggu lagi, tapi calon suami saya seminggu yang lalu masuk ke rumah sakit dan dokter menyatakan ia terpapar AIDS, betapa syoknya saya. Saya tahu masa lalunya bahwa ia mantan pencandu narkoba dan suka mentato. Tapi yang membuat saya stres adalah hubungan saya yang telah terlanjur jauh sampai sudah melakukan hubungan suami istri. Rasanya dunia seperti mau runtuh saja. Saya takut terkena HIV juga. Kami baru kenal 11 bulan dan sudah berkali - kali melakukannya. Apa yang harus saya perbuat? Apakah saya terkena HIV juga? Haruskah tetap menikah?
Y di J
Mbak Y yang sedang resah, saya tahu banyak sekali yang melanda pikiran Anda dengan ketakutan mengenai HIV/AIDS. Ini bagaikan sebuah bom bagi Anda, sebentar lagi seharusnya menjadi hari bahagia Anda, tapi ternyata Anda malahan dilanda masalah. Memang tidak mudah pastinya.
Yang dialami oleh pasangan Anda
Pasangan Anda sama shock-nya seperti Anda rasa. Ia takkan menduga kenakalannya dulu bisa menjadi seperti sekarang ini. Andai ia bisa memprediksi mungkin takkan seperti ini jalan yang akan dia ambil, tetapi semua sudah telanjur terjadi,sehingga harus dipikirkan ke depannya. Sebaiknya berobatlah teratur dan lakukanlah pengontrolan rutin ke dokter karena dengan pengontrolan rutin kualitas hidup akan lebih baik meski virus HIV tidak akan bisa hilang dari dalam tubuh.
Tes HIV
Menurut saya, sebaiknya Anda secepatnya melakukan tes HIV, dan tidak cuma sekali tapi dilakukan berkali-kali dalam jangka waktu yang cukup lama. Sejauh ini, screening pemeriksaan yang dianjurkan dalam berbagai macam literatur adalah 3 minggu, 3 bulan, dan 6 bulan setelah Anda merasa terpapar dengan virus HIV.
Pemeriksaan berkala dilakukan karena virus HIV mempunyai window period yaitu masa ketika virus itu tidak terdeteksi oleh tubuh meskipun berada di dalam badan. Window period ini bisa terjadi setelah 3 minggu hingga 6 bulan terpapar virus HIV sehingga sebenarnya virus ada, tetapi antibodi terhadap virus HIV belumlah terbentuk meskipun orang dengan HIV bisa terdeteksi setelah 30 hari pemaparan virus HIV terjadi. Akan tetapi, mayoritas populasi pada umumnya (99 persen) terdeteksi setelah 3 bulan.
Window period hingga 6 bulan sangatlah jarang terjadi, tetapi bisa saja ada. Jadi sangatlah disarankan untuk melakukan tes berulang setiap 3 bulan hingga 6 bulan, bahkan sampai 1 tahun setelah pemaparan jika ada gejala klinis yang mendukung ke arah sana. Bahkan, ada beberapa penelitian yang menyarankan hingga lewat dari 1 tahun. Biasanya hal ini bisa dikonsultasikan dengan dokter Anda nantinya seberapa sering Anda harus datang untuk memeriksa.
Yang dialami oleh Anda
Pernikahan sudah di depan mata dan rasanya semua hilang begitu saja, apalagi ditambah perasaan stres karena calon pasangan Anda terpapar HIV, lalu bagaimana dengan semuanya? Haruskah Anda batalkan?
Saya rasa itu semua kembali ke diri Anda. Bila Anda ternyata positif HIV, apakah Anda akan tetap membatalkannya? Lalu bagaimana dengan negatif? Kadang kala Anda perlu berpikir jauh ke depan sebelum mengambil keputusan.
Sebelum Anda mengambil keputusan yang nantinya akan membuat Anda menyesal, sebaiknya konsultasikanlah dahulu dengan orang terdekat Anda termasuk pasangan Anda karena ini bukanlah hal yang bisa diputuskan dalam waktu singkat. Akan lebih berguna bila Anda mengetahui pula status HIV Anda sehingga Anda bisa mengambil keputusan yang lebih rasional dengan keadaan. Jangan lupa untuk selalu berdoa dan tentu saja saya berharap yang terbaik untuk Anda.
Dr Intan Airlina Febiliawanti