Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Manfaat Rokok Hanyalah Sugesti dan Mitos
Laporan wartawan KOMPAS Lukas Adi Prasetya
Kamis, 12 November 2009 | 21:53 WIB
shutterstock

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Perokok berlindung dengan banyak alasan saat diminta berhenti merokok. Menurut mereka, merokok bisa meningkatkan daya pikir, kreativitas, menunjukkan kejantanan, dan menurunkan stres. Tetap merokok pun badan sepertinya juga masih sehat. Tapi, kebaikan rokok itu hanyalah mitos, sugesti, dan tak ada bukti ilmiahnya.

"Intinya, mereka sudah kecanduan rokok. Tanda-tanda penurunan kondisi badan dan penyakit sudah didapat, misalnya batuk-batuk, badan lesu, dan kena penyakit seperti darah tinggi, paru-paru, hingga diabetes. Tapi mereka tak mau berhenti merokok," ujar Kepala Dinas Kesehatan DIY Bondan Agus Suryanto, Kamis (12/11).

Yang memprihatinkan lagi, jumlah perokok terus meningkat dan perokok pemula semakin muda umurnya. Dari pengamatannya, banyak remaja perempuan yang sekarang juga merokok agar dianggap keren.

Bambang Sudibyo (55), karyawan swasta, mengaku sangat sulit menghentikan kebiasaan merokoknya yang diawali sejak kuliah ini. "Sering batuk-batuk sih. Kalau lagi begitu, rokok saya kurangi. Pernah sih, berhenti merokok empat bulan, tapi nggak tahan. Sepertinya, otak ini buntu jika tak menyulut rokok," ujar Bambang yang konsumsi rokoknya sebungkus tiap hari ini.

Mugiwiyono (67), penarik becak yang biasa mangkal di Alun-alun Utara juga menyebut sulit lepas dari rokok. Ia sudah merokok sejak remaja. "Agak kurang bersemangat jika tidak merokok. Tapi saya bukan perokok yang nyepur, karena dalam sehari hanya habis 2-3 lintingan rokok saja. Saya milih lintingan karena murah," kata Mugi yang mengaku tak pernah sakit karena merokok.

Lain lagi pendapat Nina (21), mahasiswi perguruan tinggi swasta. Ia merokok sejak dua tahun lalu agar dianggap teman-temannya keren dan gaul. "Teman-teman saya banyak yang merokok. Jadi saya pikir, mengapa tidak. Saya tahu bahayanya, tapi lama-lama kok enak juga merokok. Jadinya, keterusan," ujarnya.

Editor: wah Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!