Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
1001 Ibu Hamil Komitmen Berikan ASI Eksklusif
Laporan wartawan KOMPAS Eny Prihtiyani
Kamis, 12 November 2009 | 20:50 WIB
shutterstock.com

BANTUL, KOMPAS.com - Sebanyak 1001 ibu hamil di Bantul mendeklarasikan kehamilan sehat, inisiasi dini, dan pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif selama 6 bulan, Kamis (12/11), di Pendapa Parasamya Bantul. Mereka bertekad akan melahirkan dan membesarkan generasi sehat sehingga muncul sumber daya manusia yang mumpuni bagi kemajuan wilayah Bantul.

Kegiatan tersebut hasil kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Bantul dengan Mercy Corps. "Deklarasi akbar ini sekaligus untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional. Deklarasi juga merupakan bentuk kesadaran kolektif ibu-ibu hamil untuk melah irkan generasi sehat," kata Farahdibha Tenrilemba, humas Mercy Corps.

Dalam acara tersebut, ibu-ibu hamil juga menerima pengarahan dari dr Asti Praborini SpA, dan dr Risanto Siswosudarmo SpOG. "Sejak awal proses kehamilan harus dipersiapkan dengan baik. Ibu harus mendapatkan asupan gizi cukup agar bayinya sehat. Ini menjadi tanggung jawab sang ayah," papar Risanto.

Bila kesehatan dan asupan gizi ibu hamil tidak terjaga maka risiko kematian pun meningkat. Sampai dengan bulan September ada 14 ibu melahirkan di Bantul yang meninggal, dan 93 kasus kematian bayi. Kematian ibu dan bayi sangat erat kaitannya dengan masalah kesehatan sejak masa persiapan kehamilan, selama hamil, persalinan dan usia satu tahun pertama bayi.

Menurut dr Asti Praborini, pemberian ASI sangat dianjurkan karena bisa meningkatkan daya tahan tubuh bayi, sehingga mengurangi risiko kematian pada tahun pertama bayi. A SI juga terbukti menekan risiko stres dan gila pada perkembangan anak selanjutnya.

Sayangnya masih sedikit yang memberikan ASI. Baru sekitar 32 persen perempuan yang memberikan ASI kepada anakanya sampai usia 6 bulan. "Sesibuk apapun, jangan lupa memberikan ASI. Lewat kegiatan-kegiatan seperti ini diharapkan tingkat pemberian ASI meningkat hingga 80 persen," jelasnya.

Ia berpendapat, pemerintah dan kalangan swasta harus mendukung gerakan ASI dengan menyediakan ruangan khusus menyusui di ruang-ruang fasilitas publik, serta di lingkungan internal perusahaan. Tak hanya soal fasilitas, kalangan perempuan juga harus diberi kesempatan untuk menyusui atau memerah susu bagi buah hatinya. Sayangnya belum banyak yang mau memulainya.

Editor: wah Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!