
BANDUNG, KOMPAS.com - Ratusan warga Kabupaten Bandung mengalami gangguan kesehatan seperti kejang, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi obat antifilariasis (kaki gajah). Bahkan sebanyak sembilan orang dilaporkan meninggal setelah didahului dengan sesak napas.
Dinas Kesehatan Jawa Barat masih melakukan penelitian lanjutan untuk memastikan penyebab kematian warga Kabupaten Bandung yang dua hari sebelumnya mengonsumsi obat antifilariasis itu. Kepala Subdinas Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Jabar Fita Rosemary, Kamis (12/11), mengatakan timnya masih melakukan pemeriksaan terkait terhadap korban meninggal dunia. Sejauh ini, belum ada ditemukan indikasi obat antifilariasis menjadi penyebab kematian.
"Namun, obat ini memang ada pantangannya agar tidak memberikan efek berat. Di antaranya dilarang diberikan pada anak di bawah 2 tahun, penduduk lanjut usia, dan memiliki penyakit berat," kata Fita.
Kasus tersebut telah mendapat perhatian serius Departemen Kesehatan dengan menurunkan tim dokter ahli ke daerah tersebut.