Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
264 Kejang Setelah Minum Obat Anti Kaki Gajah
Rabu, 11 November 2009 | 22:46 WIB
BBC
Penyakit kaki gajah

MAJALAYA, KOMPAS.com - Sejak pencanangan pemberantasan penyakit kaki gajah (filariasis), di Kabupaten Bandung, hingga Rabu (11/11), 264 warga harus mendapat penangan medis setelah mengalami pusing, muntah, dan kejang-kejang usai meminum obat anti penyakit itu.

Hampir 95 persen kasus ini terjadi di Kecamatan Majalaya, sehingga mengakibatkan RSUD Majalaya dipenuh warga yang menjadi pasien, yang usai minum obat tersebut.

Entin (35), warga Kampung Raja RT 02/04 Desa Cipaku, Kecamatan Paseh, mengaku tak bisa menggerakkan anggota tubuhnya usai meminum obat bantuan dari Depkes itu.

Ia mengaku memiliki riwayat penyakit rematik. Seperti warga lainya, Entin mengatakan kurang memperoleh informasi, soal penggunaan obat tersebut, termasuk efek samping yang bakal ditimbulkan usai meminum obat.

Hendarwati (29) juga mengaku tak banyak memperoleh informasi yang cukup terutama menyangkut efek samping atau kontraindikasi dari jenis obat Albendazole (400 mg), Diethylcarbamazine (100 mg), dan Paracetamol (500 mg) tersebut.

Ia merasakan mual luar biasa, setelah mengkonsumsi obat. Tidak terkecuali, anaknya, Roni (5), yang mengalami gejala serupa sehingga harus mendapat perawatan intensif dari pihak RSUD Majalaya.

"Sebelumnya tak ada pengarahan dari kader Puskesmas. Saya tidak tahu apakah dengan riwayat penyakit maag yang saya alami, obat-obatan tersebut boleh saya mimum atau tidak," kata Hendarwati.

Kepala IGD RSUD Majalaya, Rustam, membenarkan, rata-rata pasen yang mengalami gejala mual dan muntah, akibat mengkonsumsi obat pencegah filariasis.

"Mereka yang datang mengeluhkan keluhan yang sama, usai mengkonsumsi obat. Saat ini kami menyiagakan sepuuluh dokter dan 20 perawat untuk memberikan penangan seperti pemberian obat dan proses infus kepada pasien," ujar Rustam.

Terkait korban meninggal dunia, salah seorang dokter yang ikut menangani pasien, Ismet Ismail Suni, mengatakan pihaknya belum berani mengambil kesimpulan korban meninggal akibat setelah meminum obat filariasis.

"Perlu dilakukan uji laboratorium dan visum untuk membuktikanya,"jelas Ismet.

Korban meninggal setelah dirawat RSUD Majalaya sebenarnya satu orang Danu, sedangkan Asep meninggal akibat terjatuh dari pohon, dan Eman meninggal akibat tercebur ke dalam sumur.

Ahmad, belum diketahui penyebab meninggalnya. Tapi menurut laporan, Ahmad, yang berprofesi sebagai pengawas SMA di Kabupaten Bandung, meninggal usai meminum obat filariasis.

ANT
Sumber :
Penulis: BNJ   |   Editor: bnj Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!