KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Persimmon, Buah Eksotik Pelindung Jantung
Rabu, 11 November 2009 | 11:52 WIB

KOMPAS.com -  An apple a day keep doctor away. Slogan itu bisa jadi harus runtuh setelah adanya penelitian yang memperbandingkan kehebatan antara apel dan buah persimmon. Hasil penelitian yang dilaporkan Reuters Health, New York itu, menyatakan bahwa buah berwarna oranye kemerahan itu lebih baik ketimbang apel, terutama untuk memelihara kesehatan jantung.  

Persimmon mengandung serat dua kali lebih banyak daripada apel. Nutrisi di dalamnya juga lebih lengkap, seperti sodium, potasium, magnesium, kalsium, mangan, dan zat besi. Selain itu masih dilengkapi adanya asam fenolik yang termasuk golongan antioksidan, yang ampuh menangkal radikal bebas.

Seperti diketahui radikal bebas mengganggu metabolisme, bahkan dapat mengakibatkan perubahan DNA, sehingga memicu berbagai penyakit termasuk jantung. Menurut Dr. Shela Gorinstein dari The Hebrew University-Hadassah Medical School, Jerusalem, buah itu sangat layak direkomendasikan untuk dikonsumsi. "Makan sebuah persimmon berukuran sedang, sekitar 100 gram, sehari, cukup untuk mencegah penyumbatan dalam pembuluh arteri," saran Gorinstein  seperti ditulis situs google.com.

Persimmon adalah buah dengan rasa manis dan banyak tumbuh di Cina, Jepang, Korea, Brazil, dan Israel. Buah ini juga tumbuh liar di Amerika Serikat. Sayang, untuk orang Indonesia buah ini masih asing. Di pasar swalayan yang banyak menjual makanan Jepang di bilangan Melawai kadang tersedia persimmon. "Tapi sekarang memang sedang tidak musim di sana, jadi tidak ada," jelas seorang karyawan di pasar swalayan tersebut. @ rin

Editor: acandra   |   Sumber :Tabloid Gaya Hidup Sehat Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!