Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Waspadai "Shock" pada Pasien DBD
Sabtu, 7 November 2009 | 10:44 WIB
KOMPAS/Arum Tresnaningtyas
Seorang anak dirawat di RS kota Cimahi karena menderita DBD.

KOMPAS.com — Penderita demam berdarah dengue (DBD), terutama anak, rawan mengalami gangguan keseimbangan cairan. Hal ini bisa berakibat fatal, yakni terjadinya sindroma shock (renjatan) yang berujung pada kematian. Sindroma shock biasanya terjadi pada hari ketiga atau keempat sejak terjadinya demam. Padahal, pada saat ini demam biasanya mereda.

Infeksi virus dengue bisa menimbulkan perembesan plasma sehingga cairan akan memenuhi rongga sekitar jantung, paru, dan perut, sehingga terjadi pembengkakan. Di sisi lain, tubuh mengalami kekurangan cairan. Infeksi dengue yang tidak menimbulkan perembesan plasma disebut dengan demam dengue. Jenis ini relatif ringan dan tidak mengancam jiwa.

Tanda-tanda shock yang perlu diperhatikan adalah pasien gelisah, terjadi penurunan kesadaran yang ditandai dengan pasien tampak mengantuk dan ingin tidur terus, tidak nafsu makan, sakit perut, tidak nafsu makan, dan jarang buang air kecil.

Jika shock terjadi berkepanjangan tanpa ada tindakan medis bisa mengakibatkan kematian. Untuk mencegah shock, penderita DBD harus diberi cukup cairan, baik lewat mulut maupun infus.

Penulis: AN   |   Editor: Anna Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!