Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Makan Perlahan Bikin Badan Langsing
Jumat, 6 November 2009 | 11:18 WIB

KOMPAS.com — Perhatikan baik-baik isi piring di hadapan Anda sebelum menyantapnya. Perhatikan warna, tekstur, hingga aroma makanan tersebut. Kemudian, kunyahlah makanan dengan perlahan sebelum ditelan. Kebiasaan makan dengan pelan ini dipercaya efektif mengurangi berat badan.

Dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, para ahli mengungkapkan bahwa makan terburu-buru akan membuat pelepasan hormon di usus terhambat. Padahal, hormon itu bertujuan untuk memberi sinyal pada otak bahwa kita telah kenyang. Akibatnya, kita pun jadi makan terlalu banyak.

"Kebiasaan makan dengan cepat akan menghalangi pelepasan hormon yang membuat kita merasa sudah kenyang," kata Alexander Kokkinos, MD, PhD, dari Laiko General Hospital, dari Yunani.

Beberapa studi sudah menunjukkan bahwa pelepasan hormon di usus setelah makan akan bereaksi di otak dan menimbulkan rasa kenyang dan puas. Namun, sampai saat ini belum ada studi yang mengaitkan antara pelepasan hormon ini dan tingkat kecepatan orang saat makan.

Dalam studi yang dilakukan Kokkinos dan timnya, ia meminta 17 pria sehat untuk mengonsumsi 300 milimeter es krim dalam dua sesi makan dan kecepatan makan yang berbeda. Pada sesi yang pertama, mereka diminta makan dalam durasi 5 menit, dan 30 menit pada sesi berikutnya.

Kemudian para peneliti mengambil contoh darah dan mengukur perbedaan hormon dalam usus sebelum makan dan setelah makan. Hasilnya, makan secara perlahan lebih efektif untuk merespons pelepasan hormon dibanding dengan makan terburu-buru.

Aktivitas makan secara perlahan juga dipercaya membuat manusia lebih dapat menikmati dan memaknai hidupnya. Sementara ketika segala sesuatu dilalui serba tergesa-gesa, justru kehilangan makna.

WebMD
Sumber :
Penulis: AN   |   Editor: acandra Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!