Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Ancaman Penyakit Stres Makin Meningkat
Kamis, 5 November 2009 | 09:40 WIB

MANADO, KOMPAS.com - Pakar psikiatri dari Universitas Udayana Prof Dr Luh Ketut Suryani  mengatakan, musibah bencana alam serta tidak stabilnya kondisi sosial politik yang dialami manusia masa kini menjadi tren memicu peningkatan penyakit stres.
     
"Kondisi ini akhirnya membuat traumatik berkepanjangan sehingga  timbul kecemasan, ketakutan dan hilang kepercayaan dan ini merupakan gejala-gejala penyakit stres," ujar dokter ahli kejiwaan itu di sela-sela Kongres Nasional VI, Perhimpunan Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia di Manado.
     
Suryani mengatakan, saat ini kondisi masyarakat boleh dikatakan tidak stabil, hilangnya harta benda, keluarga sanak saudara akibat gempa. Kemudian kondisi politik di tingkat elite yang tidak kondusif merangsang masyarakat menjadi lemah secara psikologi yang kemudian berdampak pada pola berpikir yang kurang baik.
     
"Apalagi kalau hal itu terlihat secara visual di setiap waktu, bisa merangsang daya berpikir yang kurang baik akhirnya depresi," ujarnya.

Suryani mencontohkan betapa serangkaian musibah mengguncang kejiwaan masyakat. Tsunami Aceh menewaskan ratusan ribu orang, kemudian gempa bumi di Sumbar yang menewaskan ribuan orang, belum lagi pertikaian di kalangan elit dan pejabat negara yang tak kunjung usai.

Itu semua, kata Suryani, mengakibatkan banyak masyarakat kurang bergairah dalam menjalankan hidupnya. Belum lagi aksi-aksi mobilisasi masa untuk melakukan demo besar-besaran juga sangat berpengaruh pada psikologi manusia, bahkan dinilainya bisa menambah beban penderitaan.

"Pada prinsipnya masyarakat sudah terlalu banyak mengalami kesulitan dalam menjalankan hidup ini, kalau kemudian ditambah lagi dengan tindakan-tindakan yang mengundang massa, bisa-bisa orang akan menjadi gila karena menilai kondisi di negara sudah tidak aman," ujarnya.

Untuk mengantisipasi agar tidak berpengaruh secara psikologi, Suryani menyarankan dikuranginya tayangan tentang perilaku yang dapat merangsang terganggunya psikologi seperti tindak kekerasan, mayat dan darah.

Apabila hal tersebut sering diserap oleh otak (tentang hal-hal buruk) dapat merangsang penyakit kejiwaan, katanya menjelaskan.

Ant
Sumber :
Editor: acandra Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!