Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Kelompok Tani di Polman Buat Pestisida Alami
Rabu, 4 November 2009 | 22:15 WIB

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com — Kelompok Tani Nisambo di Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), berhasil membuat pestisida alami.
   
Salah seorang petani, Baharuddin, Rabu (4/11) di Polman, mengatakan bahwa bahan-bahan pestisida ini berasal dari beberapa jenis tumbuhan dan bahan lain, seperti buah maja atau buah bila, air cucian beras, dan lengkuas. "Bahan-bahan tersebut kemudian diparut hingga halus, lalu dicampur, kemudian difermentasikan selama 14 hari. Setelah itu, barulah bisa digunakan," katanya.
   
Ia menambahkan, penggunaan pestisida ini dapat dilakukan melalui penyemprotan, dengan dosis 100 cc per tangki hingga 200 cc per tangki. "Dosisnya memang lebih tinggi daripada pestisida kimia karena ini dari bahan alami. Prosesnya pun lebih lambat dibanding bahan kimia," ujarnya. 
    
Baharuddin menuturkan, pestisida ini dapat digunakan untuk membasmi ulat dengan hilipletis pada kakao. Selain digunakan pada tanaman kakao, pestisida ini juga dapat dipakai untuk membasmi hama pada tanaman padi.
    
"Kami memang belum pernah melakukan percobaan pada tanaman lain. Akan tetapi, melihat sifatnya, kemungkinan juga bisa digunakan untuk tanaman lain," katanya. 
    
Keuntungan dari penggunaan pestisida alami adalah risiko kerusakan tanaman lebih kecil, dan juga biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah. Kesuburan tanah pun dapat terus dipertahankan. "Harga pestisida kimia sekarang sangat mahal sehingga kami sulit untuk membelinya. Berbeda halnya dengan pestisida ini, yang bahannya mudah didapatkan dan dibuat sendiri sehingga pengeluarannya juga lebih sedikit," katanya.   

Ant
Sumber :
Penulis: XVD   |   Editor: primus Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!