Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Segera Hadir, Obat Penyakit Lupus
Rabu, 4 November 2009 | 13:29 WIB

KOMPAS.com - Harapan pasien penyakit lupus akan hadirnya obat yang bisa memberi kesembuhan tampaknya akan terjawab. Sejenis obat hasil kerjasama Human Genome Science dan GlaxoSmithKline dinyatakan lolos dari uji klinis kedua dan berpotensi menjadi obat pertama lupus dalam satu dekade terakhir.

Dari hasil uji klinis yang dilakukan terhadap pasien, diketahui obat yang sementara disebut Benlysta tersebut mampu menekan sistem imun yang menyerang organ tubuh pasien penyakit lupus.

Penyakit lupus adalah penyakit sistem daya tahan, atau penyakit autoimun, artinya tubuh pasien lupus membentuk antibodi yang salah arah, merusak organ tubuh sendiri, seperti ginjal, hati, sendi, sel darah merah, leukosit, atau trombosit. Antibodi seharusnya berfungsi untuk melawan bakteri ataupun virus yang masuk ke dalam tubuh.

"Hasil uji klinis menunjukkan Benlysta sebagai obat yang potensial untuk menjadi obat pertama yang mampu menyembuhkan pasien penyakit sistemik lupus. Ini akan jadi yang pertama setelah beberapa dekade," kata Thomas Watkins, Presiden Human Genome.

Dalam proyek uji klinis Bliss-76 para peneliti melibatkan 865 pasien lupus. Selama 52 minggu para pasien diminta mengonsumsi 10 miligram Benlysta ditambah terapi steorid.  Hasilnya, 43 persen pasien menunjukkan tingkat kesembuhan yang baik bila dibandingkan dengan 33 persen dari kelompok pasien yang mendapat plasebo.

Hasil uji klinis yang dilakukan terhadap 860 pasien di Asia, Amerika Selatan, dan Eropa Timur juga menunjukkan hasil yang serupa. Menurut rencana para peneliti akan mendaftarkan obat ini ke lembaga Food and Drug Administration untuk mendapat persetujuan dan bisa diedarkan di tahun 2010.

health24
Sumber :
Penulis: AN   |   Editor: acandra Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!