Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Susu Merusak Gigi Anak?
Kamis, 29 Oktober 2009 | 10:18 WIB

KOMPAS.com — Gigi perlu dirawat sejak dini agar anak tidak mengalami gangguan tumbuh kembang gigi selain juga mempertahankan keadaan gigi yang normal. Cairan-cairan yang diminum bayi dan balita sangat mungkin mencetuskan kerusakan gigi.

Penyebab terbesar kerusakan gigi anak balita adalah kebiasaan minum susu atau cairan manis dalam botol dot menjelang tidur. Hal ini karena umumnya susu mengandung gula, dan gula yang menempel semalaman akan menyebabkan gigi keropos.

"Minum susu itu baik, tapi sebaiknya tidak dilakukan di malam hari sebelum tidur. Genangan susu di rongga mulut bisa merusak gigi di bagian depan atau disebut juga dengan baby bottle syndrome," kata drg Armasastra Bahar dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia di sela-sela kampanye Sikat Gigi Pagi dan Malam yang digagas Pepsodent di Jakarta.

Agar kebiasaan minum susu tidak membawa masalah pada gigi anak, dokter Arma menyarankan agar orangtua membiasakan anak untuk membersihkan gigi setelah minum susu di malam hari.

"Bisa dimulai dengan yang sederhana, yakni berkumur dengan air setelah minum susu," katanya.

Dengan bertambahnya usia, anak bisa mulai diajarkan untuk menyikat giginya di malam hari.

Perawatan gigi anak juga berlaku untuk bayi yang belum mengalami pertumbuhan gigi susu. "Bersihkan bagian gusi anak dengan kain kasa yang dibasahi air agar tidak ada sisa susu yang mengendap," sarannya.

Sejak anak berusia satu tahun atau mulai mengonsumsi makanan padat, orangtua perlu memerhatikan pola makan seimbang pada anak. Pemberian susu tetap diteruskan karena mengandung banyak nutrisi yang penting untuk pertumbuhan.

Namun, menginjak usia dua tahun, pemberian susu boleh dibatasi dua kali sehari. Kecukupan gizi anak bisa didapatkan dari variasi makanan dan buah yang diberikan.

Penulis: AN   |   Editor: acandra Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!