Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
WHO: 1 dari 5 Bayi Tak Diimunisasi
Jumat, 23 Oktober 2009 | 13:00 WIB

KOMPAS.com — Melalui imunisasi, angka kematian bayi dan anak akibat berbagai penyakit berbahaya bisa ditekan. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), 106 juta anak di dunia telah diimunisasi pada 2008. Namun, ternyata 1 dari 5 anak masih lolos dari program imunisasi.

Mayoritas anak yang belum divaksin tersebut berada di negara-negara dari golongan sosial ekonomi rendah, seperti Asia dan Afrika. Pada umumnya, mereka berada di daerah terpencil yang sulit dijangkau tenaga kesehatan. Oleh karena itu, WHO bersama dengan UNICEF dan Bank Dunia akan menambah dana hingga 1 miliar dollar AS untuk program imunisasi tahun depan.

WHO mengangap dana yang dikeluarkan itu adalah sebuah investasi yang bernilai. Vaksinasi terbukti telah melindungi 2,5 juta bayi dari kematian setiap tahunnya. Namun, menurut laporan WHO, 90 persen anak berusia kurang dari lima tahun yang diimunisasi secara rutin berasal dari negara maju.

Dengan pemberian imunisasi lengkap, angka kasus beberapa penyakit berbahaya turun secara drastis, bahkan ada yang bisa dieradikasi. Beberapa imunisasi adalah vaksinasi polio untuk melindungi dari kelumpuhan akibat polio, imunisasi BCG mencegah TBC otak dan tulang, serta imunisasi DPT melindungi anak dari difteri, pertusis, dan tetanus.

"Kita harus mengatasi perbedaan antara negara kaya dan miskin," kata Dr Margareth Chen, General Direktur WHO. Tampaknya tantangan WHO untuk mengatasi jurang tersebut masih besar. Pada 2000, dunia menghabiskan biaya sekitar 8 dollar AS (Rp 73.000) per kelahiran bayi yang diimunisasi di negara berkembang. Pada masa mendatang biayanya diperkirakan akan meningkat menjadi 18 dollar AS mengingat makin mahalnya harga vaksin.

 

AP
Sumber :
Penulis: AN   |   Editor: wsn Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!