YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah pengidap human immunodeficiency virus/acquired immunodeficiency syndrome atau HIV/AIDS di DIY terus meningkat , kini menjadi 832 orang. Angka ini termasuk tinggi sehingga perlu peningkatan kewaspadaan.
Jumlah yang meningkat ini bukan berarti penyebaran HIV/AIDS semakin meluas. Sebab, penambahan itu adalah dari pengidap HIV/AIDS yang selama ini masih belum terungkap, ungkap Sekretaris Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi DIY A Riswanto, Kamis (22/10), di Yogyakarta.
Ia mengatakan, temuan penambahan penderita baru HIV/AIDS ini disebabkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan darahnya ke rumah sakit. Sebagian besar pengidap HIV/AIDS itu berusia produk tif 19-39 tahun. Ini justru bagus dengan ditemukannya kasus-kasus yang selama ini belum terungkap. Karena dengan begitu para pengidap HIV/AIDS justru bisa mengantisipasi diri segera melakukan pengobatan maupun untuk pencegahan penularan katanya.
Data Komisi Penanggulangan AIDS DIY menunjukan pada bulan September 2008 jumlah pengidap HIV /AIDS mencapai 615 orang. Pada bulan Juni 2009, pengidap HIV/AIDS tercatat sudah meningkat menjadi 792 orang. Pada bulan Juli-September 2009 jumlah pengidap positif HIV/AIDS telah melonjak signifikan menjadi 832 orang.
Secara Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan DIY Bondan Agus Suryanto mengatakan, angka 832 sudah termasuk tinggi. K arena itu, kewaspadaan penyebaran HIV/AIDS harus semakin ditingkatkan. Kesadaran bahaya HIV/AIDS perlu ditanamkan sampai kepada setiap keluarga dan di sekolah-sekolah. Pencegahan dan penanggulangan memerlukan kerja sama dari berbagai sektor. T idak cukup hanya bertumpu pada dinas kesehatan, katanya.