Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Pengidap HIV/AIDS di DIY Terus Meningkat
Laporan wartawan KOMPAS Erwin Edhi Prasetyo
Kamis, 22 Oktober 2009 | 19:15 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah pengidap human immunodeficiency virus/acquired immunodeficiency syndrome atau HIV/AIDS di DIY terus meningkat , kini menjadi 832 orang. Angka ini termasuk tinggi sehingga perlu peningkatan kewaspadaan.

Jumlah yang meningkat ini bukan berarti penyebaran HIV/AIDS semakin meluas. Sebab, penambahan itu adalah dari pengidap HIV/AIDS yang selama ini masih belum terungkap, ungkap Sekretaris Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi DIY A Riswanto, Kamis (22/10), di Yogyakarta.  

Ia mengatakan, temuan penambahan penderita baru HIV/AIDS ini disebabkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan darahnya ke rumah sakit. Sebagian besar pengidap HIV/AIDS itu berusia produk tif 19-39 tahun. Ini justru bagus dengan ditemukannya kasus-kasus yang selama ini belum terungkap. Karena dengan begitu para pengidap HIV/AIDS justru bisa mengantisipasi diri segera melakukan pengobatan maupun untuk pencegahan penularan katanya.  

Data Komisi Penanggulangan AIDS DIY menunjukan pada bulan September 2008 jumlah pengidap HIV /AIDS mencapai 615 orang. Pada bulan Juni 2009, pengidap HIV/AIDS tercatat sudah meningkat menjadi 792 orang. Pada bulan Juli-September 2009 jumlah pengidap positif HIV/AIDS telah melonjak signifikan menjadi 832 orang.  

Secara Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan DIY Bondan Agus Suryanto mengatakan, angka 832 sudah termasuk tinggi. K arena itu, kewaspadaan penyebaran HIV/AIDS harus semakin ditingkatkan. Kesadaran bahaya HIV/AIDS perlu ditanamkan sampai kepada setiap keluarga dan di sekolah-sekolah. Pencegahan dan penanggulangan memerlukan kerja sama dari berbagai sektor. T idak cukup hanya bertumpu pada dinas kesehatan, katanya.

 

 

 

 

Editor: Abd Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!