Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Nyeri Kepala? Waspadai Polusi Udara
Kamis, 22 Oktober 2009 | 09:02 WIB
KOMPAS.com/Kristianto Purnomo
Kemacetan dan tingginya volume kendaraan menambah angka pencemaran udara di Jakarta.

KOMPAS.com - Tak semua sakit kepala adalah akibat kelelahan fisik dan stres. Kualitas udara yang tidak sehat ternyata bisa jadi biang keladi pusing yang sering kita alami.

Sebuah studi yang dilakukan para ahli di kota yang padat populasi seperti provinsi Santiago, Chile, yang secara geografis cenderung memiliki kadar polusi yang tinggi, menemukan bahwa tingkat kejadian sakit kepala atau migrain di kota itu sangat tinggi. Dibuktikan dengan tingginya jumlah orang yang berobat ke rumah sakit karena keluhan sakit kepala.

Penelitian lebih mendalam memang diperlukan untuk menguji konsistensi hasil studi tersebut. Namun dalam studi yang dimuat dalam American Journal of Epidemiology, disebutkan polusi udara merupakan faktor risiko terhadap kejadian serangan sakit kepala.

Dr.Sabit Cakmak, dari Kanada melakukan penelitian mengenai hal tersebut dengan memonitor kadar polusi udara di tujuh stasiun antara tahun 2001-2005. Di tiap lokasi diukur kadar polutan udara dan ozon, seperti nitrogen, sulfur dioksida, karbon monoksida, dan partikel kecil lain yang bertebangan yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil.

Pada saat yang sama, para peneliti juga mengumpulkan informasi mengenai jumlah pasien yang berobat di rumah sakit untuk keluhan sakit kepala, migren, darah tinggi, serta berbagai tipe sakit kepala lainnya. Hasilnya, polusi udara merupakan faktor risiko kasus sakit kepala tersebut.

Karena itu, jika Anda termasuk sering sakit kepala, cobalah mengurangi paparan polusi udara. Jika nyeri di kepala terasa sudah mengganggu, periksakan diri ke dokter untuk penangangan lebih lanjut.

Reuters
Sumber :
Penulis: AN   |   Editor: wsn Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!