
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat diminta mewaspadai penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ispa) yang sering muncul ketika cuaca panas akibat pancaroba, kata Kepala Dinas Kesehatan DIY Bondan Agus Suryanto.
"Ketika cuaca panas dan kering, banyak debu dan angin yang bercampur kotoran dan kuman, sehingga jika dihirup akan menyebabkan kotoran itu masuk ke tubuh dan timbul infeksi," katanya di Yogyakarta, Selasa.
Selain itu, menurut dia, ketika kondisi udara panas, tubuh akan mengalami penguapan yang lebih banyak dari biasanya sehingga kondisi dan daya tahannya lemah. Ini menyebabkan tubuh mudah rentan terhadap berbagai penyakit.
Ia mengatakan ketika cuaca panas dan perubahan iklim yang ekstrem, tubuh menjadi rentan terhadap penyakit karena daya tahan mengalami penurunan. Indikasi awal ditandai dengan badan lemas dan terasa panas.
"Jika keadaan tersebut terus berlanjut tanpa adanya penanganan, akan berakibat terserangnya tubuh oleh berbagai penyakit. Hal ini berlaku bagi semua orang terutama yang bekerja di luar ruangan dan banyak terkena sinar matahari," katanya.
Menurut dia ketika kondisi lemas dan panas tubuh mulai naik, orang yang telah mengidap suatu penyakit dimungkinkan penyakitnya itu akan kambuh, dan adanya panas dan debu menyebabkan munculnya penyakit lain seperti batuk dan pilek yang cepat menular.
"Jika iklim panas berlangsung secara terus-menerus, kemungkinan juga muncul penyakit lain seperti diare dan berbagai penyakit yang menyerang saluran pencernaan," katanya.
Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan dan daya tahan tubuhnya agar tidak mudah terkena penyakit tersebut.
Selain itu, kata dia, masyarakat juga dianjurkan untuk banyak mengonsumsi air putih agar terhindar dari penyakit radang, batuk, pilek, diare maupun penyakit pencernaan.
Ia mengatakan konsumsi air putih yang cukup bermanfaat untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil karena adanya penguapan yang cukup cepat. Ketika tubuh stabil, daya tahan bakal terjaga dan penyakit akan mudah dicegah.
"Masyarakat juga dianjurkan mengonsumsi vitamin seperti B kompleks, C, dan E. Untuk tubuh yang terasa panas setelah terkena sinar matahari cukup lama sebaiknya mandi agar kesehatan kulit dan hormon tetap terjaga," katanya.