Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Asma dan Pilek Alergi, Satu Saluran Satu Penyakit
Senin, 19 Oktober 2009 | 23:17 WIB

KOMPAS.com - Tak sedikit individu yang mempunyai pikiran bahwa asma dan pilek alergi merupakan hal yang berbeda tapi sebenarnya tidaklah berbeda jauh. Mengapa begitu? karena kedua gangguan ini terjadi di tempat yang sama di satu saluran napas sehingga termasuk kategori penyakit "one airway, one disease".

Dr. Hadi Moeliawan, Sp.P dari Klinik Asma & Alergi Dr.Indrajana Mitra International Hospital menyatakan reaksi alergi yang terjadi pada saluran pernapasan bagian atas (hidung) disebut pilek alergi. Sedangkan reaksi alergi pada saluran pernapasan bagian bawah (tenggorokan) menjadi asma.

Reaksi alergi pada penderita pilek alergi menyebabkan reaksi peradangan saluran pernapasan bagian atas hingga menyebabkan banyak lendir di hidung. Sedangkan pada asma, reaksi alergi yang terjadi di saluran pernapasan bagian bawah menyebabkan lendir yang berupa dahak banyak mengumpul.

Dr. Hadi menambahkan, pilek alergi akan menyebabkan terjadinya penyempitan pada jalan napas atas sehingga membuat hidung mampet. Ini terjadi akibat reaksi alergi yang menimbulkan peradangan di saluran napas bagian atas, tepatnya di hidung (concha). Bagian ini akan membengkak dan menyebabkan sesak akibat hidung mampet.

Sementara jika reaksi alergi dan proses peradangan terjadi pada saluran pernapasan bagian bawah, maka terjadi penyempitan akibat pembengkakan selaput lendir dari saluran pernapasan bagian bawah sehingga menimbulkan rasa sesak (mengi). Inilah yang dikenal sebagai asma, kata Hadi.

Selain rasa sesak, gejala lain yang dirasakan pada saluran pernapasan bagian atas pasien pilek alergi adalah gatal pada hidung hingga timbul bersin - bersin, terutama di pagi hari atau saat kontak dengan benda yang memicu timbulnya alergi. Sedangkan pada saluran napas bagian bawah, timbulnya rasa gatal akan memunculkan gejala batuk - batuk pada asma.

Jadi, asma dan pilek alergi sangat berkaitan, karena apa yang terjadi di saluran pernapasan atas juga terjadi di saluran pernapasan bawah.

dr. Intan Airlina Febiliawanti

Editor: Abd Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!