Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Pemuda HIV Itu Dikerubungi Lalat
Senin, 19 Oktober 2009 | 19:15 WIB

GARUT, KOMPAS.com- Seorang pemuda berinisial "HA" (28), yang diduga penderita penyakit HIV/AIDS selama ini diasingkan oleh pihak keluarga dan warga sekitarnya di kaki Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Korban hanya menempati sebuah gubuk bekas pos penjagaan penggali pasir, dengan kondisi tubuh sangat lemah. Bahkan dari sekujur badannya tercium bau tak sedap serta banyak dikerubuti lalat, meski pihak keluarganya masih sering menjenguk serta melakukan perawatan. 

Ketika ditemui, Senin (19/10), HA mengaku terpaksa mengasingkan diri, karena sebagian besar keluarga serta tetangga terdekatnya sangat keberatan dirinya berada di rumah.

Kondisi tubuh warga Kampung Dukuh, Desa Pananjung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut itu makin lama makin kurus kering. Sebagian besar kulitnya melepuh digerogoti penyakit, sehingga dia hanya mampu terbaring lemah serta kerap meringis menahan rasa sakit.

Sejak divonis positif mengindap HIV/AIDS oleh dokter yang pernah menanganinya, korban juga mengaku hanya bisa pasrah hingga diasingkannya oleh pihak keluarga dan warga sekitarnya.

Satu-satunya kerabat yang masih bisa menerima HA adalah Nandang. Paman HA itu sampai saat ini masih sering mengunjungi dan menjaganya.

Ketika dihubungi terpisah, pihak keluarga yang tak mau disebut namanya menyatakan, latar belakang kehidupan HA sebelum sakit sangat tidak bagus. "Selain memiliki sikap kewanita-wanitaan, ia juga banyak bergaul di dunia malam di lokasi wisata Puncak Bogor," katanya.

Kehidupan malam pula yang mengantarkan HA ke Batam, sampai akhirnya diantar oleh orang tak dikenal ke kampung halamannya di Garut, dalam kondisi sakit berat. Maka warga sekitar, termasuk pihak keluarga, spontan menolak kehadirannya, dan mengasingkan pemuda itu ke lembah kaki gunung api Guntur karena, takut tertular penyakit yang dideritanya tersebut.

Kepala RSU dr Slamet Garut dr Hj. Widajayanti Utoyo, SPM mengatakan, pihaknya sangat terbuka menerima rujukan korban untuk dilakukan perawatan secara intensif, sepanjang pasien membawa surat pengantar dari Puskesmas setempat atau dari aparat pemerintahan desa maupun kelurahan.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dr Hendy Budiman belum bisa dikonfirmasi.

ANT
Sumber :
Editor: msh Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!