Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Anak-anak Indonesia Pendek karena Kurang Gizi
Kamis, 15 Oktober 2009 | 15:28 WIB
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
ilustrasi


MAKASSAR, KOMPAS.com - Sekitar 30 persen anak-anak di Indonesia memiliki tinggi badan yang rendah dibandingkan usianya, kata Ketua Pusat Kajian Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI), DR Ahmad Syafiq.
    
"Rendahnya tinggi badan anak ini dibanding umurnya, karena kekurangan gizi di masa lalu," kata Syafiq di Makassar, Kamis.
    
Menurut dia, kondisi ini sangat memprihatinkan karena persentasenya sudah cukup besar. Karena itu, tidak heran jika banyak anak yang dijumpai di lapangan pertumbuhan tinggi badannya minim, sehingga cenderung pendek.
    
Kondisi yang memprihatinkan itu juga diikuti dengan kasus "under weight" (berat badan rendah) yang masih tercatat antara 6 -7 persen di kalangan anak-anak Indonesia.
    
"Baik rendahnya tinggi badan anak, maupun rendahnya berat badan anak dibanding usianya, semua itu penyebabnya karena kekurangan gizi, jadi bukan faktor gen orang tuanya semata," katanya.
    
Menyikapi fenomena tersebut, lanjutnya, pemerintah dalam menangani persoalan gizi harus serius dan menggunakan dana hibah dengan mengalokasikan anggaran dengan benar dan tepat sasaran. Lebih jauh dia mengatakan, untuk perbaikan gizi anak tidak terlepas dari pentingnya perbaikan gizi perempuan atau kaum ibu, sebab dari hasil penelitian UI diketahui, sekitar 50 persen perempuan di Indonesia mengalami anemia (kekurangan zat besi).
    
Menurut dia, apabila ibu hamil menderita anemia, otomatis akan berpengaruh pada gizi janinnya dan pada akhirnya turut mempengaruhi proses pertumbuhannya ketika lahir. "Di sisi lain, perempuan anemia pada saat melahirkan beresiko tinggi mengalami pendarahan dan kemudian tidak menutup kemungkinan mengalami kematian," ujarnya.

ANT
Sumber :
Penulis: ABI   |   Editor: Abi Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!