Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
ICW: Panggilan Polisi Aneh
Rabu, 14 Oktober 2009 | 21:22 WIB
PERSDA/BIAN HARNANSA
Sejumlah sejumlah pegiat antikorupsi dengan memakai kostum binatang seperti gorila, harimau, kelinci, beruang dari Dewan Petimbangan Binatang mendatangai kantor Indonesia Corruption Watch (ICW) di Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (13/9) Aksi parodi mengenai terancamnya Pengadilan Tipikor dan KPK. 'Binatang' juga ikut prihatin atas upaya pelemahan Pengadilan Tipikor dan KPK. Berama-ramai mereka curhat dan menyampaikan petisi ke perwakilan Koalisi Penyelamat Pemberantasan Korupsi.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemanggilan pihak kepolisian terhadap dua aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) dengan tuduhan pencemaran nama baik adalah hal yang aneh dan penuh kejanggalan. Alasan pemanggilan tersebut terkesan mengada-ada, selain terdapat kesalahan nama lembaga.

Demikian dikatakan Wakil Koordinator ICW Emerson Juntho, terkait pemanggilan dirinya dan aktivis ICW Illian Deta Sari Artha Sari oleh pihak kepolisian. "Pemanggilan ini aneh, apalagi nama lembaganya salah," kata dia, di Jakarta, Rabu (14/10).

Emerson dan Illian, Kamis (15/10) besok, dipanggil oleh pihak kepolisian, keduanya dijadikan tersangka dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Emerson mengatakan, kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan Kejaksaan Agung tidak memenuhi subtansi yang ada. Pasalnya, data pengembalian uang negara yang diberikan Kejagung berbeda dengan data dari ICW.

"Data yang kami miliki berdasarkan data yang didapat dari BPK," kata Emerson. Keanehan lain, kata dia, Kejagung baru mempermasalahan tuduhan terjadi korupsi pada tubuh lembaga tersebut. Padahal, dugaan tersebut telah disampaikan ICW sejak 10 bulan yang lalu.

Hal tersebut, kata dia, merupakan salah satu cara pemerintah untuk membungkam pihak yang kritis mengenai kasus korupsi di Indonesia.

Penulis: RDI   |   Editor: msh Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!