
KOMPAS.com - Seringkali pada anak yang beranjak remaja respons mereka terhadap perceraian sedikit berbeda dibandingkan dengan anak yang masih kecil. Biasanya mereka akan mengalami kecenderungan depresi, ketakutan, bertingkah membangkang terhadap lingkungan sekitar, merasa bersalah dan cenderung akan menyalahkan salah satu dari orangtua. Reaksi ini
sangatlah wajar didapatkan.
Yang perlu diperhatikan adalah bila sang anak sudah bertindak menjadi lebih agresif, menarik diri, melawan Anda terus menerus dengan tingkah lakunya, mempunyai kecenderungan melukai diri sendiri serta merosotnya nilai pelajaran sekolah. Hal ini memang sering terjadi dalam anak yang mengalami perceraian orangtua dimana banyak diantara mereka yang mengalami kesulitan bersosialisasi dengan masyarakat serta problem dalam kepercayaan diri mereka.
Mungkin Anda bisa mencoba saran berikut ini untuk mengajak mereka menerima keadaan perceraian Anda dengan memberitahu mereka bahwa tidak ada yang berubah dari kalian dalam hal menyayangi mereka, tapi hanya status saja yang berubah. Anda dan pasangan masih tetap orangtua mereka dan tetap ingin terlibat dalam kehidupan mereka meskipun tidak terikat pernikahan dan tidak lagi hidup bersama.
1. Pastikan pemutusan hak asuh anak tidak berlangsung lama karena situasi itu membuat anak terbebani dengan perasaan "harus memilih" diantara kedua orangtuanya dan bisa menambah perasaan tersakiti yang sudah ada sejak perceraian orangtua.
2. Anda sebagai orangtua pun harus ingat bahwa meskipun Anda sudah bercerai, anak tetap
merupakan tanggung jawab Anda berdua, oleh sebab itu buatlah komitmen dengan pasangan
bahwa prioritas anak tetap nomor satu di antara kalian.
3. Jika Anda melihat bahwa anak mengalami kesulitan dalam berkomunikasi atau susah menerima keadaan meski sudah Anda usahakan maka jangan segan - segan mintalah bantuan yang ahli karena situasi ini tidak bisa dibiarkan berlarut- larut. Sebagai tambahan, bila perlu, bukan hanya anak tapi juga Anda yang menemui para ahli jika Anda merasa sulit melangkah dari situasi ini.