TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Sebanyak 96 kasus HIV/AIDS ditemukan di wilayah Kabupaten Temanggung, Jateng, hingga awal Oktober 2009.
Ketua I Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Temanggung Agus Winarno di Temanggung, Selasa, mengatakan pada periode Agustus-September 2009 terjadi penambahan tiga kasus. Dari 96 kasus HIV/AIDS tersebut 36 penderita di antaranya meninggal dunia.
Menurut dia, dua kasus temuan terakhir adalah pengguna narkoba, dia ditemukan di dua rumah sakit yang berbeda di Temanggung. Waktu itu, mereka menderita sakit dan berobat, namun tim medis yang merawatnya mencurigai keduanya menderita HIV. Hal ini terlihat dari gejala fisik dan latar belakang perilaku pasien sebagai pengguna narkoba suntik.
"Setelah menjelani tes darah dua orang itu dinyatakan positif terkena virus HIV dan kini dalam pengawasan KPA," katanya.
Penderita HIV/AIDS ibarat gunung es, yakni hanya sedikit yang terdeteksi, sementara yang tidak terdeteksi lebih banyak. Kesadaran penderita HIV untuk berobat termasuk tinggi. Setelah mengetahui dirinya positif HIV, mereka mau berobat meskipun tidak di Temanggung. Biasanya mereka berobat di beberapa rumah sakit di kabupaten tetangga seperti di Ambarawa, Semarang, Solo, dan Yogyakarta.
Pengurus harian KPA Temanggung, Edi Rakhmatto mengatakan pengidap HIV/AIDS di Temanggung didominasi mantan pengguna narkoba jarum suntik yang dipakai secara bergantian.
Ia mengatakan, hasil penelitian menyatakan hampir 100 persen langsung terkena HIV bagi mereka yang pernah menggunakan narkoba suntik secara bersama-sama karena virus langsung menular melalui darah.