Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Warga DKI Diminta Waspadai DBD
Selasa, 13 Oktober 2009 | 11:23 WIB
KOMPAS.com/Kristianto Purnomo
Pengasapan untuk mencegah wabah demam berdarah.
TERKAIT:

KOMPAS.com — Memasuki peralihan musim atau pancaroba dari musim kemarau ke musim hujan, masyarakat Jakarta dan sekitarnya diminta mewaspadai berbagai penyakit yang mungkin timbul.

Salah satu penyakit yang umumnya meningkat pada musim pancaroba adalah demam berdarah dengue (DBD). Hampir setiap tahun, penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti itu menyerang ribuan manusia.

Karena itu, masyarkat diminta menyiapkan diri menghadapi serangan nyamuk pembawa penyakit itu, apalagi hampir semua provinsi di Indonesia berstatus merah alias rawan DBD.

Penyebab utama penyakit DBD sebenarnya adalah lingkungan yang kotor. Untuk mengatasi persoalan itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan.

"Caranya sederhana saja kok, dengan gerakan 3M (menguras, menutup, menimbun), Jumat bersih, serta bergotong royong membersihkan lingkungan masing-masing," kata dr Abidinsyah Siregar, Kepala Pusat Promosi Kesehatan Departemen Kesehatan RI.

Musim pancaroba merupakan saat pertumbuhan jentik nyamuk yang paling cepat. Hal itu disebabkan oleh banyaknya air yang tergenang akibat sisa-sisa hujan yang masih turun.

Menurut Abidinsyah, kegiatan pemberantasan sarang nyamuk merupakan prioritas utama dalam pencegahan wabah DBD.

"Yang berbahaya adalah jentik yang ada di bawah air karena nantinya akan jadi nyamuk. Pengasapan hanya membunuh nyamuk dewasa," katanya. Karena itu, membasmi jentik lebih efektif untuk memotong siklus pertambahan nyamuk.

Masyarakat juga hendaknya tidak menganggap remeh penyakit DBD karena jika tidak segera tertangani atau terlambat didiagnosis, penyakit ini akan berujung pada kematian.

Penulis: AN   |   Editor: hertanto Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!