Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Waspadai DBD
Senin, 12 Oktober 2009 | 06:46 WIB
Kompas/Agus Susanto
Pekerja melakukan pengasapan untuk mencegah penyakit demam berdarah dengue
TERKAIT:
 

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Memasuki musim hujan, penyakit demam berdarah dengue cenderung meningkat. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan meminta warga mewaspadai penyakit yang berjangkit lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Dadang Epid, Minggu (11/10), mengatakan, tiga dari tujuh kecamatan di Tangsel hingga kini masih dalam status zona merah demam berdarah dengue (DBD).

Ketiga kecamatan itu adalah Pondok Aren, Ciputat, dan Pamulang. Yang paling banyak angka kejadian DBD adalah Pondok Aren. Tiga kecamatan lain yang tidak masuk zona merah adalah Serpong, Serpong Utara, Ciputat Timur, dan Setu.

”Biasanya, memasuki musim hujan, curah hujan tidak menentu. Terkadang turun hujan dan beberapa hari kering. Saat seperti ini warga masyarakat harus waspada,” tutur Dadang.

Puskesmas Pondok Aren mencatat, daerah epidemi di Kecamatan Pondok Aren adalah Kelurahan Pondok Kacang Barat, Parigi, Parigi Lama, Pondok Aren, dan Pondok Jaya.

”Mengacu dari tahun lalu, November dan Desember, penyakit DBD biasanya memasuki puncaknya,” ujar Dadang.

Dinas Kesehatan Kota Tangsel mencatat, jumlah penderita DBD dari Januari sampai awal Oktober adalah 1.476 orang. Pada Agustus lalu, dua warga Pondok Karya meninggal dunia karena DBD.

Rawan banjir

Memasuki musim hujan, Pemerintah Kota Tangsel juga mewaspadai 10 titik rawan banjir di wilayahnya. Titik-titik rawan itu tersebar di tujuh kecamatan, yakni Serpong, Serpong Utara, Ciputat, Ciputat Timur, Pondok Aren, Pamulang, dan Setu. Penyebab utama banjir di kawasan itu adalah buruknya drainase dan minimnya daerah resapan air.

Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangsel mencatat, kesepuluh titik rawan banjir itu, antara lain, adalah Reni Jaya, Pamulang, Cempaka Putih, Pondok Ranji, Pondok Cabe, Pondok Aren, Pondok Hijau, dan Serua. Titik-titik tersebut merupakan wilayah langganan banjir setiap musim hujan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangsel Eddy A Malonda mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan perbaikan drainase. Menurut Eddy, banjir juga akibat minimnya daerah resapan. Ruang terbuka hijau sangat terbatas akibat tak seimbangnya pembangunan di wilayah tersebut.

Menurut Eddy, topografi wilayah Tangsel elevasinya menurun. Air mengalir dari selatan ke utara menuju wilayah Kota Tangerang. Air mengalir ke Sungai Cisadane, Angke, dan Pesanggrahan. ”Idealnya, Tangerang Selatan bebas banjir, tetapi kenyataannya Tangerang Selatan juga banjir,” kata Eddy. (PIN)

Kompas Cetak
Sumber :
Editor: jimbon Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!