Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Dua Juta Ibu dan Bayi di Dunia Meninggal karena Persalinan
Rabu, 7 Oktober 2009 | 16:10 WIB
SURYA/SUGIHARTO
Ilustrasi ibu hamil

KOMPAS.com — Kualitas hidup perempuan dan bayi tampaknya masih kurang menggembirakan. Data terbaru menunjukkan, di seluruh dunia lebih dari dua juta bayi dan ibunya meninggal akibat komplikasi persalinan. Penyebab utama kematian bayi adalah malaria dan HIV/AIDS.

Ironisnya, sebenarnya penyebab kematian ibu dan bayi tersebut dapat dengan mudah dicegah. Data tersebut dilaporkan dalam kongres dunia the International Federation of Gynecology and Obstetrics yang diadakan di Cape Town, Afrika Selatan.

"Dunia masih akan menghadapi 230 bayi yang tak sempat menangis karena meninggal akibat komplikasi saat dilahirkan, kecuali bila segera dibuat perencanaan dan implementasi kebijakan yang lebih baik," demikian menurut laporan tersebut.

Sebanyak 1,02 juta bayi dilahirkan dalam kondisi sudah meninggal dan 904.000 bayi meninggal sesaat setelah dilahirkan. Sebagai perbandingan, 820.000 anak meninggal karena malaria dan 208.000 meninggal karena HIV/AIDS di seluruh dunia.

Sekitar 42 persen dari 536.000 jumlah kematian akibat kehamilan juga terjadi selama proses persalinan. Angka kematian di Afrika dan Asia Selatan tiga perempatnya disebabkan karena komplikasi kehamilan dan kematian anak.

Data tersebut dipublikasikan oleh Save the Children, the Gates Foundation serta John Hopkins University yang melibatkan para peneliti dari berbagai negara.

"Di balik angka yang sangat besar itu tersembunyi cerita kehilangan. Setiap kematian adalah tragedi bagi keluarga, terlebih sebenarnya tragedi ganda ini bisa dicegah," kata Joy Lawn, yang mengampanyekan Save the Children's Saving Newborn Lives.

Dalam laporannya, para peneliti menyebutkan, penyebab kematian tersebut bisa dicegah lewat peningkatan sistem kesehatan dasar dan melatih para petugas kesehatan lokal untuk melakukan tindakan darurat, semisal operasi caesar dan teknik penyelamatan hidup lainnya.

Kemiskinan masih menjadi penyebab utama tingginya angka kematian ibu dan bayi. Di negara maju dan kaya, mayoritas perempuan melahirkan dengan ditemani tenaga ahli kesehatan. Kematian ibu dan bayi juga umumnya terjadi di daerah terpencil yang minim tenaga dokter dan perawat.

Setiap tahunnya, 60 juta dari 136 juta kelahiran di seluruh dunia terjadi di tempat yang minim fasilitas kesehatan. Di Afrika, hanya satu dari lima kelahiran yang terjadi di rumah sakit dan ditangani oleh dokter.

AP
Sumber :
Penulis: AN   |   Editor: Anna Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!