Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Galang Dana, Para Artis Lelang Barang secara "Online"
Rabu, 7 Oktober 2009 | 15:29 WIB
CINDY
Anya Dwinov dan Lena Tan memperlihatkan barang-barang milik mereka untuk dilelangkan di peluncuran program Charity for Aids Have a Heart di Jakarta, Rabu (7/10).
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam menanggulangi peningkatan penderita HIV-AIDS, sejumlah artis ikut bergabung dalam program sosial dengan melelangkan barang berharga mereka secara online. Hal ini bertujuan untuk menggalang dana yang akan disumbangkan bagi edukasi HIV-AIDS.

Program yang bernama "Charity for Aids Have a Heart" ini diprakarsai oleh perusahaan situs jual beli online, TokoBagus.com, yang bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN). Program pelelangan barang artis ini akan digelar sampai 1 Desember 2009, bertepatan dengan Hari AIDS Internasional pada pukul 12 siang WIB di portal Tokobagus.com.

Barang-barang yang disumbangkan banyak ragamnya dan masih bagus, seperti Irfan Hakim yang menyumbangkan topi fedora dan blazer putih yang sering digunakannya pada saat menjadi MC. Selain Irfan Hakim, banyak artis yang turut serta menyumbangkan barangnya untuk dilelang. Di antaranya Lena Tan, Anya Dwinov, Juliette Band, Drive, Anjasmara, dan Dewi Sandra.

Dana yang terkumpul sepenuhnya akan disumbangkan untuk edukasi HIV-AIDS. Seperti dijelaskan oleh Presiden Direktur TokoBagus.com Arnold Sebastian pada acara Peluncuran Program Charity, Rabu (7/10) di Jakarta, "Edukasi menjadi fokus utama kami dalam program 'Charity For Aids Have a Heart' ini. Dengan program ini kami berharap dapat membantu pemerintah dan masyarakat untuk meminimalkan korban HIV/AIDS," kata Arnold.

Sosialisasi edukasi mengenai HIV/AIDS ini akan dilaksanakan ke sejumlah wilayah di Indonesia, yaitu Bali, Lombok, Jakarta, Bandung, dan daerah lainnya. Secara merata, edukasi akan disalurkan ke setiap kelompok dan lingkungan. Di Provinsi Bali, misalnya, sudah terdapat Kelompok Siswa Peduli AIDS (KSPA), Forum Guru, dan Kelompok Mahasiswa Peduli AIDS (KMPA).

Selain itu, sosialisasi ke masyarakat sudah terlaksana di sejumlah desa, seperti Desa Adat dan Desa Pekraman, dengan membentuk Kader Desa Peduli AIDS. "Saat ini sudah ada 200 KDPA yang aktif memberikan penyuluhan, bahkan para penderita Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) sudah merujuk ke puskesmas terdekat untuk melakukan perawatan," ujar Tutik Parwati, Sekretaris KPA Provinsi Bali.

Laporan Triwulan Situasi Perkembangan HIV/AIDS di Indonesia sampai 30 Juni 2009 yang dikeluarkan Departemen Kesehatan RI menunjukkan bahwa sebanyak 17.699 kasus AIDS tersebar di 32 provinsi dengan persentase penderita tertinggi berumur 20-29 tahun (50,07 persen), disusul kelompok yang berumur 30-39 tahun (29,63 persen).

Melihat tingginya angka persentase pada penderita yang berumur muda, maka edukasi mengenai penanggulangan HIV/AIDS sangatlah penting. Dengan demikian, masyarakat, terutama kaum muda dan penderita ODHA, lebih memahami akan pencegahan HIV dan tidak mendiskriminasi penderita ODHA.

"Dengan adanya edukasi ini, aku berharap masyarakat dapat memahami penanggulangan HIV/AIDS, seperti penggunaan kondom. Selain itu, mereka tidak mendiskriminasi para penderita karena tidak sedikit kasus muncul karena pasangannya tidak setia," ujar Lena Tan, salah satu artis yang hadir pada acara tersebut.

Arnold Sebastian menambahkan, TokoBagus.com akan melakukan sosialisasi dengan melibatkan media elektronik dan melaksanakan sejumlah road show supaya program penggalangan dana tercapai secara maksimal.

Penulis: M14-09   |   Editor: made Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!