
TOKYO, KOMPAS.com — Koperasi Universitas Kyoto mengatakan, lembaga pendidikan tinggi itu akan menyediakan makanan yang dihalalkan berdasarkan hukum Islam di kafetaria kampus. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa Muslim yang jumlahnya bertambah di kampus tersebut.
Seperti dilansir Kyodo-OANA, kafetaria itu dijadwalkan memperkenalkan pojok makanan halal mulai Selasa (6/10), dan menghindari daging babi serta makanan yang berasal dari babi, yang haram dimakan oleh umat Muslim. Menu baru tersebut meliputi ayam dan kroket yang dibuat dari buncis.
Lebih dari 1.000 orang Muslim tinggal di kota Kyoto, banyak dari mereka menjadi mahasiswa di Universitas Kyoto. Tindakan langka memperkenalkan menu baru tersebut bertujuan mendukung mahasiswa Muslim, yang populasinya diperkirakan akan bertambah berdasarkan rencana universitas untuk menambah jumlah mahasiswa asing.
Meskipun menghadapi kesulitan dalam mengatur lingkungan memasak guna menghindari tercampurnya daging babi dengan makanan halal, koperasi universitas itu telah menyelesaikan masalah tersebut dengan mempersiapkan makanan pada jam yang berbeda.