Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Taruna Polri-TNI Dikerahkan Bantu Korban Gempa Sumbar
Jumat, 2 Oktober 2009 | 19:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com  - Sebanyak 350 taruna tingkat akhir dari Akademi Militer (Akmil) TNI AL, AU, AD serta Akademi Kepolisian (AKPOL) akan menyelenggarakan bhakti sosial membantu rehabilitasi dampak gempa bumi di kabupaten Garut, Jawa Barat.

 Mereka diagendakan memulai kegiatannya pada 9 Oktober hingga 7 November 2009 di kecamatan Pameungpeuk dan Cikelet, kata Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) kabupaten Hj. Elka Nurhakimah didampingi Kabid Bantuan Jaminan Rehabilitasi Sosial, Ita Rosita, Jumat (2/10).

Kegiatan tersebut juga direncanakan akan diintegrasikan dengan pelaksanaan rekontruksi perbaikan rumah penduduk, yang dijadwalkan 15 Oktober 2009 hingga Pebruari 2010, katanya. Selain itu diharapkan bisa bisa membantu merehabilitasi bangunan fisik sarana umum lainnya, antara lain gedung sekolah, jembatan serta sarana kesehatan dan keagamaan.

Bahkan kehadiran taruna tersebut, dapat pula menumbuhkan semangat dan motivasi masyarakat korban gempa, terutama kalangan pelajar yang mungkin banyak berminat untuk menjadi taruna, sehingga terjalin komunikasi diperolehnya informasi tentang persyaratannya. 

Gempa Garut

Sementara itu, perbaikan kerusakan 45.875 rumah akibat diterjang gempa bumi, di daerahnya diperlukan Rp554,884 miliar lebih, terdiri perbaikan 13.139 rumah rusak berat Rp425.135.995.200 disusul 7.037 rusak sedang Rp146.375.229.600 serta 25.699 rusak ringan Rp56.373.172.800.

Karena kebutuhan perbaikan setiap rumah rusak berat Rp32.256.800 kemudian rusak sedang Rp20.800.800 dan rusak ringan Rp13.867.200, sehingga hasil evaluasi tim Satlak PBP Kabupaten tersebut, kini ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan berbagai sektor.

Sementara itu, terdapat lima wilayah yang mengalami kerusakan parah akibat guncangan gempa tektonik, Rabu (2/9), meliputi kecamatan Pemungpeuk, Cisompet, Cikelet, Peundeuy dan kecamatan Banjarwangi.

Selain mengakibatkan kerusakan puluhan ribu rumah penduduk, juga menewaskan sembilan korban reruntuhan bangunan, serta 15 luka berat dan 126 mengalami luka ringan, menyebabkan pula 171 sekolah yang tersebar pada 35 kecamatan mengalami kerusakan.

Sehingga total keseluruhan kerugian mencapai Rp752.917.838.000, termasuk kerusakan sarana kesehatan Rp3.539.784.000, disusul sarana pendidikan Rp95.000.040.000, sarana perkantoran Rp12.262.064.000 serta kerugian rusaknya sarana keagamaan Rp100.127.400.000, katanya.

Bantuan yang telah disalurkan selama ini, antara lain berupa 204.560 ton beras, 176.200 bungkus mie instan, 126.396 kaleng sarden, 5.352 botol kecap, 5.732 botol saos, 529 dus minuman, 874 botol minyak goreng serta 2.499 tenda, ungkapnya.
 

Antara
Sumber :
Penulis: KSP   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!