
MANADO, KOMPAS.com - Sejumlah anggota DPRD Sulawesi Utara (Sulut) siap membantu korban gempa bumi di Sumatera Barat (Sumbar), dengan menyisihkan sebagian gajinya bagi warga yang membutuhkannya.
"Gempa bumi di Sumbar sudah merupakan peristiwa nasional, dan kami merasa perlu ada bantuan sosial yang tulus," kata anggota DPRD Sulut, Ben Alotia, di Manado, Jumat (2/10).
Menurutnya, memberikan bantuan sosial melalui sebagian gajinya sudah menjadi panggilan bagi anggota DPRD, karena di daerah manapun di Indonesia ancaman gempa bumi bisa saja terjadi.
Alotia mengaku siap mengajak dan menggalang bantuan dana bagi seluruh anggota DPRD Sulut, agar dikirimkan kepada korban gempa di Sumbar, terutama masyarakat yang sudah sulit secara ekonominya.
"DPRD Sulut juga mengharapkan peran pemerintah daerah, kalangan swasta dan organisasi kemasyarakatan lainnya, untuk peduli korban gempa di Sumbar yang sudah memakan korban hampir 500 orang itu," jelas mantan Ketua DPRD Kabupaten Talaud itu.
Sementara itu anggota DPRD Sulut Benny Rhamdani mengatakan, rakyat Sulut prihatin dan berempati terhadap para korban bencana itu.
"DPRD Sulut akan mendesak pemerintah daerah serta mengajak kelompok masyarakat untuk turut membantu warga yang tertimpa musibah di Sumatera Barat," katanya.
Bantuan paling penting juga dikirim adalah kantong-kantong darah, sehingga warga diharapkan giat melakukan donor darah untuk disumbangkan ke lokasi gempa bumi.
Gempa tektonik berkekuatan 7,6 Skala Richter di Provinsi Sumatra Barat terjadi Rabu (29/9) pukul 17:16 WIB pada episentrum 0,84 lintang selatan (LS) dan 99,65 bujur timur (BT).