Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Bali Kehabisan Stok Vaksin Antirabies
Jumat, 25 September 2009 | 09:07 WIB
KOMPAS/BENNY DWI KOESTANTO
Anjing berkeliaran di salah satu jalan kampung di Denpasar, Bali, pertengahan Januari lalu. Sebagai hewan pembawa rabies, besarnya jumlah anjing menjadi tantangan tersendiri dalam penanggulangan rabies di Pulau Bali.
TERKAIT:

DENPASAR, KOMPAS.com — Kasus rabies di Pulau Dewata kembali memakan korban. Sejak Januari hingga Kamis (24/9), sebanyak 13 orang meninggal setelah digigit anjing gila. Korban-korban tersebut berasal dari empat kabupaten/kota dari sembilan kabupaten/kota di Bali, yaitu Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyatakan, kasus rabies serius dan tidak terkendali karena meluasnya daerah terancam.

Sayangnya, pernyataan tersebut tidak dibarengi dengan persediaan vaksin antirabies yang cukup. Bahkan, seluruh rumah sakit, termasuk Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah sebagai rumah sakit rujukan, pun kehabisan vaksin.

Tersedia 150 vaksin

Ketua Tim Pengendali Rabies Rumah Sakit Sanglah Dokter Ken Wirasandhi membenarkan habisnya stok vaksin tersebut. Padahal, sejak awal tahun ini setiap hari tersedia sedikitnya 150 vaksin antirabies.

Ken mengaku telah meminta dari pusat untuk mengirim kan sejumlah vaksin sebagai persediaan sebelum libur Le- baran. ”Namun, sampai hari ini kami belum menerima kiriman tersebut dan katanya kiriman tersendat karena kendala transportasi sebagai dampak dari arus mudik,” tutur Ken.

Ia menambahkan bahwa habisnya stok vaksin tersebut dikarenakan semakin ting- ginya jumlah pasien yang berobat. Apalagi kasus rabies merebak cepat ke empat daerah yang tidak diperkirakan sebelumnya.

Oleh karena itu, Ken sekarang ini khawatir, apabila habisnya vaksin tidak segera tertangani, keadaan akan semakin memburuk.

Alasannya, vaksin tidak hanya dibutuhkan bagi pasien korban gigitan anjing gila yang baru masuk saja. ”Pasien yang sudah ada sebelumnya juga membutuhkan vaksin lanjutan hingga tiga kali,” ujarnya.

Di Tabanan

Hal serupa juga menjadi kekhawatiran Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan Ketut Sumiarta. Ia menjelaskan, stok vaksin antirabies terakhir yang dimiliki Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan sudah dia kirimkan ke Rumah Sakit Umum Daerah Tabanan sebanyak 100 dosis, kemarin (Kamis, 24/9).

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Tabanan saat ini masih menunggu kiriman dari Jakarta sebanyak 250 dosis vaksin tambahan. Sejak kasus rabies merebak di Tabanan sebulan terakhir, Dinas Kesehatan Tabanan telah menghabiskan sebanyak 2.025 dosis vaksin untuk menangani pasien korban gigitan anjing gila.

Berdasarkan catatan, ada 14.700 kasus gigitan anjing di Bali; dari angka tersebut, 5.800 vaksin antirabies telah habis. Sementara itu, Pemerintah Pro- vinsi Bali telah mengucurkan dana sekitar Rp 5 miliar untuk penanganan meluasnya rabies. (AYS)

Kompas Cetak
Sumber :
Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!