Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Seribuan Ikan Mati Akibat Pestisida
Kamis, 24 September 2009 | 15:56 WIB
Kompas/Agnes Rita Sulistyawaty
ilustrasi

MUARA TEWEH, KOMPAS.com - Sedikitnya seribu ekor ikan mati akibat racun pestisida jenis Akodan di Sungai Teweh (anak Sungai Barito), di Dusun Manggala, Kelurahan Jambu, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah.

"Ikan sungai yang mati itu diperkirakan hampir seribu ekor karena banyak yang terdampar di pinggiran sungai sejak Minggu (20/9) hingga sekarang," kata seorang warga Manggala Kelurahan Jambu, Igang, Kamis (24/9).

Menurut dia, ikan sungai yang mati kena racun oleh orang yang tidak bertanggung jawab itu di antaranya jenis baung, lais, seluang, tembiring dan salap. Ikan mati itu dibawa arus hingga ke muara Sungai Barito dalam kondisi sudah membusuk.

Biasanya, penangkapan ikan menggunakan racun pestisida ini berlangsung sejak malam hari hingga dinihari, dilakukan dari hulu di kawasan Dusun Kamendran Kelurahan Jambu. "Penangkapan ikan dengan cara ini biasa dilakukan pada saat sungai kering," katanya.

Setelah cairan untuk pembasmi hama tumbuhan ini di larutkan ke sungai, baru dilakukan penangkapan dengan strom aki. Saat itu ikan yang mulai mabuk akibat pestisida muncul ke permukaan akibat arus listrik strom tersebut. Ikan itu saat ditangkap masih segar, dan dijual warga ke pasar tradisional setempat seperti pasar ikan Pendopo dan Pasar Ipu Muara Teweh.

"Jadi kalau kita tidak tahu, sejumlah ikan yang dijual di pasaran itu sebagian besar dari hasil penangkapan secara ilegal terutama musim kemarau ini," jelasnya.

Sedangkan ikan, baik ukuran besar maupun kecil, mati dan membusuk di sungai  akibat terlalu lama kena pengaruh larutan pestisida, ujarnya.

"Kegiatan ini diduga dilakukan oknum warga setempat, namun kami sulit membuktikan. Bahkan warga masyarakat mengeluhkan karena berdampak pada air sungai yang merupakan tempat kebutuhan warga sehari-hari," katanya.

Aktivitas penangkapan ikan dengan pestisida, tuba, putas dan lainnya  ini memang marak dilakukan terutama musim kemarau, saat itu sungai kering selain di pedalaman Sungai Teweh, juga dilakukan di Sungai Lemo, Sungai Pendreh dan Sungai Lahei semuanya anak Sungai Barito.

Petani ikan setempat, Mukhlis mengatakan, sedikitnya 200 ekor bibit dan ikan siap panen jenis nila dan emas yang dipelihara melalui keramba di Sungai Barito kawasan Kelurahan Lanjas mati akibat pestisida dari wilayah hulu.  "Kalau ikan patin masih bisa bertahan, namun jenis nila dan emas mati di keramba saya dua hari lalu akibat tercemar pestisida tersebut," katanya.  

Antara
Sumber :
Penulis: KSP   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!