Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Kondom Bantu Perangi Perubahan Iklim, Kok Bisa?
Sabtu, 19 September 2009 | 13:20 WIB
shutterstock.com

LONDON, KOMPAS.com — Membagikan alat kontrasepsi secara gratis ke masyarakat negara berkembang membantu memperlambat pertumbuhan penduduk sehingga diharapkan dapat mencegah eksesnya terhadap perubahan iklim. Menurut laporan jurnal medis Inggris, Lancet, lebih dari 200 juta perempuan di seluruh dunia berharap mendapatkan akses alat kontrasepsi gratis, 

Tidak terkabulnya harapan tersebut telah berbuntut ke 76 juta kehamilan yang tidak dikehendaki setiap tahunnya. Dalam tajuk rencananya, editor Lancet menerangkan,  jika para perempuan itu memiliki akses gratis terhadap kondom atau metode keluarga berencana lainnya, maka angka pertumbuhan penduduk dapat ditekan. Hal itu pun diperkirakan dapat mengurangi ekses negatif terhadap lingkungan.
        
Komentar yang beredar merespons jurnal kesehatan itu menyebutkan, "Saat ini bermunculan debat dan kepentingan yang mengaitkan hubungan antara kedinamisan jumlah penduduk, HAM, kesehatan reproduksi, dan hubungan seks." 

Penduduk dunia diproyeksikan melonjak hingga 9 juta jiwa menjelang 2050. Sebanyak 90 persen dari angka pertumbuhan itu berasal dari negara-negara berkembang.
       
Ini bukan pertama kalinya isu gaya hidup dikaitkan dengan kampanye memerangi pemanasan global. Sejumlah pakar perubahan iklim sebelumnya merekomendasikan agar konsumsi daging hewan dikurangi untuk memperlambat pemanasan global dengan kehadiran lebih banyak hewan yang berperan dalam menjaga keseimbangan alam.
    
Lancet yang mengutip sebuah laporan di Inggris menjelaskan bahwa program keluarga berencana lima kali lebih murah dibandingkan dengan penerapan teknologi pada umumnya untuk memerangi perubahan iklim. Menurut laporan itu, setiap 7 dollar AS yang digunakan bagi program keluarga berencana setara manfaatnya dengan pengurangan emisi karbon dioksida lebih dari 1 juta ton.

Beberapa pakar yakin, pertumbuhan penduduk yang normal memiliki kemungkinan kecil untuk secara signifikan meningkatkan risiko pemanasan global. Sementara itu, ledakan jumlah penduduk di negara berkembang dikhawatirkan dapat mengarah pada kenaikan permintaan terhadap bahan pangan dan tempat tinggal sehingga rentan berimplikasi pada perubahan iklim yang berisiko menimbulkan pemanasan global.

AP
Sumber :
Penulis: JIM   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!