Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Jangan Remehkan Daun Pisang!
Jumat, 18 September 2009 | 09:49 WIB
Daun pisang menjadi bagian penting dalam urusan masak

MAKASSAR, KOMPAS.com - Bukan hanya harga daging yang belakangan naik, daun pisang pun menjadi komoditas yang sedang dicari orang. Tak ayal, daun yang berfungsi sebagai pembungkus makanan ini pun naik harga.

Harga berbagai jenis ayam di pasar tradisional Makassar naik antara Rp 5 ribu - Rp 25 ribu dari harga sebelumnya, demikian pula harga daun pisang yang rata-rata naik Rp 3.000 - Rp 5.000 per lembar dari harga sebelumnya.

Tingginya kebutuhan ayam menjelang lebaran juga diikuti tingginya tingkat kebutuhan daun pisang yang akan digunakan sebagai pembungkus burasa, lemang, lontong dan aneka makanan yang siap disajikan bersama aneka masakan yang berbahan baku daging ayam atau sapi.
     
Pada tiga pasar tradisional di Makassar yakni Pasar Pannampu, Terong dan Kalimbu, harga daun pisang yang muda rata-rata dijual Rp 5 ribu - Rp 7 ribu per lembar dari harga sebelumnya Rp 2 ribu per lembar. Sedangkan daun pisang tua dijual Rp 4 ribu - Rp 6 ribu per lembar, padahal dalam kondisi normal harganya hanya Rp 1.000 per lembar.
    
Salah seorang pedagang musiman yang menjual daun pisang di Pasar Terong,yang bernama Sampara  memgatakan musim kemarau yang disertai angin yang cukup kencang mengakibatkan banyak daun pisang yang sobek-sobek.
    
"Daun pisang yang utuh jumlahnya sedikit, sehingga kami membeli daun pisang di kampung dengan harga yang cukup mahal," katanya.

    
"Ayam potong yang biasanya dibeli Rp 18 ribu per ekor, kini sudah Rp 23 ribu untuk ukuran sedang, sedangkan yang ukuran jumbo dari Rp 35 ribu menjadi Rp 45 ribu per ekor," kata salah seorang pembeli Nur Wahidah di Pasar Pannampu, Makassar, Jumat.    
    
Nur Wahidah mengatakan, biasanya harga ayam potong atau ayam kampung akan naik lagi pada sehari sebelum lebaran. Karena itu ia membeli lebih awal, namun ternyata harganya sudah naik.
    
Untuk menyiasati kenaikan harga ayam yang melonjak pada H-3 lebaran, ia mengatakan, ayam yang dibelinya akan dikurung terlebih dahulu dan baru akan dipotong pada malam takbiran.
    
Kenaikan harga ayam potong maupun ayam kampung dari Rp 50 ribu per ekor menjadi Rp 75 ribu - Rp 100 ribu per ekor di Pasar Pannampu, juga terjadi di pasar tradisional lainnya di Makassar diantaranya Pasar Terong dan Pasar Kalimbu. Hal tersebut diakui salah seorang penjual ayam kampung di Pasar Terong, H Mahmud.
    
Mahmud mengatakan, harga ayam kampung terpaksa dinaikkan, karena pihak distributor juga menaikkan harga dari Rp 65 ribu - Rp 85 ribu per ekor.
    
"Ini selalu terjadi menjelang lebaran. Jadi, kalau kami tidak naikkan harga, nanti rugi," ujarnya.

ANT
Sumber :
Penulis: ABI   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!