Kamis, 23 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Remaja Rentan HIV/AIDS
Sabtu, 12 September 2009 | 18:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Berdasarkan data kasus Dirjen PP dan PL Departemen Kesehatan RI sampai dengan akhir Maret 2009, penderita HIV/AIDS di Indonesia sudah mencapai 23.632 kasus. Usia rentan semakin muda yaitu pada usia 13-15 tahun.

"Saat ini usia penderita yang terinfeksi HIV/AIDS semakin muda, ada yang 12 tahun sudah termanifestasi. Namun, yang rentan adalah 13-15 tahun," jelas dr Yanto Sinaga, relawan dari Yayasan AIDS Indonesia (YAI), dalam talktainment di SMK Diponegoro I, Jakarta Timur, Sabtu (12/9).

Ia mengatakan, penderita HIV/AIDS usia 5-14 tahun sebanyak 166 orang dan 15-19 berjumlah 495 orang. Dengan jumlah tersebut Indonesia termasuk negara dengan percepatan paling banyak bersama Vietnam, India, dan Thailand.

Kebanyakan kasus tersebut terjadi di daerah Indonesia bagian timur, sedangkan untuk wilayah Jawa tidak terlalu parah jika dibanding daerah Indonesia bagian timur. Kebanyakan dari penderita tertular virus HIV melalui jarum suntik dan seks bebas. "Jarum suntik narkoba yang digunakan secara bergantian dan seks bebas tanpa pengaman adalah penyebab utama cepatnya penularan tersebut.

Dr Yanto menilai, pertambahan jumlah remaja yang terkena HIV/AIDS tidak ada hubungannya dengan penurunan moral remaja. Penyebab pertambahan tersebut adalah kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan pengawasan dan pendampingan kepada para remaja.

"Teknologi sekarang lebih longgar, remaja kaget dengan hal tersebut. Mereka menemukan hal baru seperti hal yang berbau pornografi karena belum dibekali mengenai hal tersebut, mereka penasaran dan mencoba," kata dia.

Lebih jauh ia menuturkan, untuk mencegah semakin bertambahnya remaja yang terpapar HIV/AIDS, perlu ada pendidikan seks sejak dini. Anak-anak dan remaja perlu dibekali pendidikan primer dan sekunder mengenai organ reproduksi mereka.

"Pendidikan seks bukan hanya bagi mereka yang mau nikah, tetapi juga anak-anak dan remaja. Dengan begitu mereka mempunyai bekal dan diharapkan dapat mengurangi pertumbuhan penderita HIV/AIDS dikalangan remaja," sarannya.

Penulis: RDI   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!