JAKARTA, KOMPAS.com — Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) biasanya dijauhi. Masyarakat akan melihat ODHA dengan pandangan sinis, cacian bahkan makian tak jarang dilontarkan.
ODHA dituding sebagai orang yang tidak bermoral dan pendosa. Stigmasi dan diskriminasi itu tak hanya menyebabkan ODHA sulit mencari pekerjaan, tetapi juga membuat kehilangan pekerjaan, perumahan bahkan perlakuan tidak manusiawi.
Menurut dr Yanto Sinaga, relawan dari Yayasan AIDS Indonesia (AIDS), menyebutkan bahwa tidak seharusnya kita mendiskreditkan ODHA. Pasalnya, tindakan diskriminasi justru akan membuat penyakit semakin parah. Diskriminasi membuat ODHA makin tertekan dan lama-kelamaan depresi.
"Diskriminasi bisa menyebabkan gangguan emosi. Jika emosi terganggu, kesehatan akan semakin menurun. Jika sampai depresi maka penyakitnya semakin parah," kata dia dalam talktainment, di SMK Diponegoro I, Jakarta Timur, Sabtu (12/9).
Dr Yanto mengatakan, tindakan tersebut muncul karena ketidaktahuan masyarakat mengenai cara penularan HIV/AIDS. Dalam pemikiran masyarakat, HIV/AIDS akan menular hanya dengan berdekatan dengan ODHA, padahal anggapan tersebut salah.
HIV/AIDS ditularkan melalui hubungan seksual tanpa pengaman dengan orang terinfeksi HIV, jarum suntik yang tidak steril dan dipakai bergantian dengan orang yang telah terinfeksi, ibu penderita HIV positif kepada bayinya dalam kandungan, saat melahirkan atau melalui pemberian ASI.
Dengan begitu, kata dia, masyarakat tidak perlu merasa risih atau takut berdekatan dengan ODHA. "Penularan HIV/AIDS tidak semudah yang dibayangkan. Jangan takut berdekatan dengan ODHA," ujarnya.
Ustaz Hariril Rizal menambahkan, bagi umat Muslim, haram hukumnya bagi mereka memutuskan tali silaturahim. "Allah mencintai umat yang bertakwa. Orang yang bertakwa adalah yang mencintai saudaranya dalam keadaan apa pun," ujarnya.
Karena itu, kata dia, ketika ada seseorang yang terkena HIV/AIDS, yang harus dilakukan adalah merangkulnya, bukan justru menjauhinya. "Rangkul saudaramu, terutama yang sedang sakit. Jangan biarkan ia sendiri," tegasnya.