Sabtu, 25 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Waduh...Kepsek Tangani Proyek Swakelola?
Sabtu, 12 September 2009 | 17:36 WIB
KRISTIANTO PURNOMO/KOMPAS.COM
Ilustrasi: Pembangunan gedung sekolah dengan sistem swakelola, dinilai banyak yang berjalan tidak sesuai harapan. Salah satunya, penggunaan bahan dasar kayu yang ditengara tidak sesuai rencana awal yang sebenarnya.
TERKAIT:

KUALAKAPUAS, KOMPAS.com - Pembangunan gedung sekolah dengan sistem swakelola, dinilai banyak yang berjalan tidak sesuai harapan. Salah satunya, penggunaan bahan dasar kayu yang ditengara tidak sesuai rencana awal yang sebenarnya.

Hal tersebut diduga terjadi di SDN Sakatamiyang, Kecamatan Kapuas Barat, Kalimantan Tengah, yang dalam pekerjaannya dilaporkan menggunakan bahan kayu yang berbeda dari Rencana Anggaran Biaya (RAB).

"Saya sudah minta orang untuk menelusuri laporan ini. Dugaan sementara, jenis yang dipakai justeru kayu durian, padahal semestinya meranti," beber anggota DPRD Kapuas dari Partai Bulan Bintang (PBB) Pahmi, baru-baru ini.

Sebagai pengusaha yang bergelut di bidang usaha perkayuan, Pahmi mengaku miris dengan kenyataan ini. Selain secara teknis kayu durian tergolong rimba campuran, daya tahannya juga tidak seberapa sehingga dikhawatirkan usia ruang kelas yang dibangun di sekolah itu tidak akan bertahan lama.

Membiarkan Tidak Awet

SDN Sakatamiyang di Kecamatan Kapuas Barat merupakan satu dari 75 unit sekolah yang pada 2009 ini menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan. Dalam pelaksanaannya, sekolah diberi kewenangan mengelola sekaligus memanfaatkan dana bersama komite bagi pembangunan ruang kelas. Dana diambil dari RAB yang telah ditetapkan oleh konsultan yang ditunjuk Dinas Pendidikan Kapuas.

"Kalau kualitas bahannya rendah seperti itu, sama artinya sekolah dibiarkan agar tidak awet. Belum lagi jika kita pertanyakan dokumen kayu yang digunakan, saya yakin tidak ada," timpal dia.

Anggota DPRD Kapuas dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Darwandie menyatakan, masalah ini harus diusut oleh pihak yang berwenang agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. "Kalau benar, perbuatan itu bisa dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi karena berpotensi menimbulkan kerugian negara," kata dia.

Sementara itu, Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kapuas Grendy Toendan menyatakan, sejauh ini dirinya belum menerima laporan tersebut. Namun dipastikan, masalah ini akan mereka tindaklanjuti untuk mengetahui kebenarannya.

"Kalau memang ada laporan seperti itu, kami akan panggil kepala sekolahnya atau tinjau langsung ke lokasi. Jika memang bahan tidak sesuai, kepsek harus bertanggung jawab dengan mengganti bahannya sesuai RAB," tegas Grendi, yang dihubungi ketika sedang berdinas di Jakarta, Jumat (11/9). (AMI)

Banjarmasin Post
Sumber :
Penulis: LTF   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!