Senin, 20 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
16 Tayangan Ramadhan Tidak Mendidik
Laporan wartawan KOMPAS Mohamad Final Daeng
Minggu, 6 September 2009 | 18:57 WIB
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
Ilustrasi nonton tv

SLEMAN, KOMPAS.com - Setidaknya 16 tayangan yang disiarkan televisi swasta nasional selama bulan ramadhan ini dinilai masih belum mendidik. Hal ini dikhawatirkan malah merusak kekhusyukan umat dalam beribadah di bulan yang suci ini.

"Bahkan, beberapa tayangan ramadhan sudah masuk kategori tidak patut dan melanggar kode etik Komite Penyiaran Indonesia (KPI),"  kata Rektor Universitas Islam Indonesia Edy Suandi Hamid, dalam jumpa pers yang digelar di Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (6/9). Kode etik itu diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) terbitan KPI.

UII melalui Program Studi Ilmu Komunikasi sejak tahun 2006 sudah melakukan kajian analisis tayangan-tayangan televisi selama bulan ramadhan. Penelitian dilakukan secara acak terhadap program-program di delapan stasiun televisi yang terdiri dari sinetron, variety show, kuis, dan infotainment.

Hasilnya, ditemukan 16 tayangan yang tidak mendidik pemirsa mengenai nilai-nilai moral dan religius ramadhan. Bahkan, tayangan-tayangan gosip malah masih memuat cerita perilaku bebas, perselingkuhan, atau pergunjingan konflik keluarga, yang jauh dari nilai-nilai islami.

Tayangan yang dinilai bermasalah adalah Go Spot, Silet, Dahsyat, Manohara (RCTI), Happy Sahur, Sambil Buka Yuk (ANTV), Saatnya Kita Sahur, Opera Van Java Sahur, dan Insert Pagi-Sore (Trans Tv). Ada pula Gosip Pagi-Gosip Siang (Trans 7), Cinta Fitri, Was Was (SCTV), Curhat Bareng Anjasmara (TPI), Hur Sahur, Kiss Vaganza, Sahur Show (Indosiar), dan Obsesi Siang (Global TV).

Tayangan paling tidak mendidik, lanjut Edy, adalah yang berformat komedi slapstik karena banyak menggunakan kata-kata kasar/makian, melecehkan kaum difabel, eksploitasi kaum waria, serta menertawakan kemiskinan. Hal itu dinilainya sudah melanggar pasal 51 dan pasal 52 P3SPS.

Edy pun menyatakan pihaknya akan segera melayangkan hasil kajiannya ini ke KPI pusat dan daerah. "Kami berharap disisa waktu ramadhan ini, KPI bisa bertindak dengan meniadakan atau paling tidak meminta stasiun-stasiun televisi untuk memperbaiki acara-acara yang bermasalah itu," ujarnya.

 

 

 

 

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!