Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
YAI Tak Lelah Kampanyekan Bahaya HIV
Sabtu, 5 September 2009 | 17:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Banyak cara untuk mengampanyekan bahaya AIDS yang telah menjadi pandemi di seluruh dunia. Seperti yang dilakukan para relawan Yayasan AIDS Indonesia (YAI) dengan melakukan road show mall to mall dan school to school.

Kali ini YAI menyambangi Plaza Slipi Jakarta dengan mendirikan stand informasi dan menghibur pengunjung dengan musik hidup. Sebelumnya, YAI sudah hadir di enam mall dan enam sekolah di Jabodetabek sejak Maret 2009 .

Koordinator kampanye YAI Andrian Yulianto menjelaskan, kegiatan tersebut untuk menyosialisasikan secara langsung kepada masyarakat khususnya anak muda yang paling banyak terkena kasus AIDS dan HIV.

Berdasarkan data Depkes, katanya, jumlah kasus HIV dan AIDS sejak tahun 1987 sampai akhir Maret 2009 di Indonesia sebanyak 23.632 kasus, dengan kasus HIV 16.110, AIDS 6.554, dan meninggal 3.362 kasus. Namun, perkiraan WHO jumlah kasus di Indonesia sekitar 169.000-216.000.

"Data Depkes belum mencerminkan keadaan sebenarnya karena masih banyak yang belum terdeteksi," ucapnya.

Ia menambahkan, dari data YAI kelompok usai yang tekena kasus HIV dan AIDS di Indonesia sebagian besar usia produktif sekitar 20-39. Sedangkan jenis penularan tertinggi melalui jarum suntik diikuti hubungan seks yang tidak aman.

Andrian menjelaskan, remaja merupakan sasaran empuk untuk menjadi konsumen narkotika dan industri seks sehingga dapat merubah perilaku sehat menjadi perilaku yang beresiko dalam penularan Infeksi Menular Seksual (IMS).

Untuk itu, tambah dia, YAI mengangkat tema "Stop AIDS Before AIDS Your Life" untuk menekan angka penularan HIV dan AIDS. "Berhenti dengan segala aktifitas rentan AIDS dan HIV sebelum AIDS memberhentikan hidup kamu," lontar dia.

Penulis: C8-09   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!