Kamis, 23 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Hati-hati Minuman Serat Instan
Kamis, 3 September 2009 | 10:01 WIB
Shutter Stock
Anak-anak tak tahu apa kandungan minuman serat tersebut.

KOMPAS.com - Televisi memang memberi pengaruh besar terhadap pola makan dan gaya hidup seseorang. Misalnya, untuk mengatasi kesulitan buang air besar (BAB), orang dianjurkan untuk mengonsumsi minuman berserat instan. Padahal, kebutuhan akan serat seharusnya dapat dipenuhi dari makanan yang kita konsumsi, seperti sayur dan buah-buahan.

Bila dikonsumsi secara sembarangan, minuman berserat semacam ini justru bisa menimbulkan kesulitan BAB. Berdasarkan pengalamannya berpraktik di RS Cipto Mangunkusumo, dr Endang Darmo Utomo, MS, SpGK, clinical nutritionist, beberapa kali menemukan kasus sulit BAB pada anak yang diakibatkan mengonsumsi minuman berserat instan. Umumnya karena awalnya anak-anak melihat apa yang dikonsumsi oleh orangtuanya, lalu ingin ikut mencoba.

"Anak-anak tak tahu ibunya minum apa. Yang dia tahu ibunya minum semacam sirup, sehingga dia jadi ikut-ikutan mencoba!" Endang mengungkapkan awal kesalahan ini terjadi.

Padahal, sifat dari serat pada dasarnya menyerap air dari sekelilingnya. Jika intake cairannya cukup, tak akan jadi masalah. Serat instan tadi akan berubah menjadi jeli dan meregang dalam usus bagian bawah, sehingga timbul rangsangan untuk BAB.

Sayangnya, tak demikian pada anak-anak. Mereka kerap kali tak terlalu suka minum terlalu banyak. Akibatnya serat tadi mengambil cairan dari mukosa usus, sehingga mengakibatkan macet di pencernaan.

Perlu Anda ingat, anak mudah mencontoh apa yang dilakukan orangtuanya. Karena itu, kita pun harus bijak mengonsumsi makanan atau minuman apa pun, supaya anak-anak yang tidak mengetahui efek samping dari makanan-minuman tersebut tidak terkena getahnya.

Tabloid Nova
Sumber :
Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!