Malang, Kompas - Masyarakat berpenghasilan rendah dan keluarga miskin (gakin) di Kabupaten Malang dalam waktu dekat akan mendapat subsidi harga gula antara Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kg.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Malang Ir Syakur Kullu, Selasa (1/9), mengatakan, subsidi harga untuk empat ton gula pasir yang bakal digelontorkan pada gakin dan warga yang berpenghasilan rendah itu dari sponsor.
"Rencananya subsidi harga gula itu dikemas dalam gelaran pasar murah di Kecamatan Bululawang, 5 dan 6 September, dengan jumlah pembelian dibatasi hanya dua sampai lima kg per kepala keluarga (KK)," katanya.
Mahalnya harga gula dalam beberapa pekan terakhir antara lain disebabkan harga dari pabrik juga naik seperti di Pabrik Gula (PG) Krebet Baru sudah mencapai Rp 8.000 per kg dan PG Kebonagung Rp 8.675per kg.
Ia mengakui saat ini juga tengah musim giling tebu dan di PG Krebet maupun Kebonagung baru 50 persen yang digiling. "Mudah-mudahan saja setelah 100 persen giling dan ada intervensi dari pemerintah pusat, harga gula bisa diturunkan dan kembali stabil," katanya.
Selain memberikan subsidi harga gula, pihaknya bersama instansi terkait juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa pasar tradisional dan swalayan selama empat hari berturut-turut mulai 31 Agustus-3 September 2009 guna memastikan keamanan stok atau ketersediaan barang di gudang serta memantau harga di pasaran.
Dari hasil sidak hari pertama (Senin, 31/8), yang banyak dikeluhkan pedagang dan masyarakat adalah harga gula yang melambung tinggi, di samping harga komoditas pangan lain yang juga mengalami kenaikan mulai awal Ramadhan. (ANTARA)