Senin, 20 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Nasi Aron, Menu Puasa Masyarakat Suku Tengger
Senin, 24 Agustus 2009 | 14:07 WIB
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Keindahan panorama Gunung Bromo dan keunikan tradisi masyarakat Tengger merupakan salah satu ikon wisata andalan Jawa Timur.
TERKAIT:

LUMAJANG, KOMPAS.com - Masyarakat Suku Tengger di Dusun Gedog, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, makan nasi aron selama menjalankan ibadah puasa, baik untuk sahur maupun buka puasa.

"Sehari-hari makanan kami memang nasi aron (jagung putih yang ditumbuk halus dan dimasak seperti nasi-red), terkadang ditambah dengan sayur-mayur sebagai lauknya," kata Sukaryomuji, salah seorang ibu rumah tangga suku Tengger di Dusun Gedog, Senin.

Menurut dia, makanan khas warga Tengger adalah nasi aron karena suku Tengger menanam jagung putih tersebut di sejumlah lahan kebun mereka di kawasan dusun setempat. "Kami sudah terbiasa makan nasi aron, meskipun tanpa lauk-pauk," katanya.

Ia menjelaskan, pembuatan nasi aron cukup rumit dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyajikannya kepada keluarga saat sahur dan berbuka puasa selama Ramadhan ini. "Awalnya jagung putih direndam dengan air beberapa hari kemudian ditumbuk hingga halus dan direbus atau dikukus hingga matang," katanya menerangkan.

Untuk itu, kata dia, dirinya membuat nasi aron dengan jumlah yang banyak untuk kebutuhan selama sepekan karena nasi aron lebih tahan lama dibandingkan nasi dari beras. "Saya hanya memanasi nasi aron yang akan dimakan untuk sahur dan buka puasa, kemudian sisanya disimpan untuk makan pada hari berikutnya," katanya.

Sejauh ini, kata dia, sejumlah Suku Tengger yang memiliki uang lebih akan mencampur beras dengan nasi aron supaya lebih nikmat untuk dimakan. "Kalau saya tidak punya uang sehingga cukup sahur dan buka dengan nasi aron, bahkan terkadang tanpa lauk-pauk," katanya.

Hal senada juga disampaikan Siyowati, ibu rumah tangga Suku Tengger lainnya, yang mengatakan dirinya dan keluarganya sudah cukup senang makan nasi aron dan sayur-mayur selama menjalankan ibadah puasa di Ramadhan tahun ini. "Alhamdulillah saya bisa makan nasi aron untuk sahur dan buka puasa," katanya.

Menurut dia, warga Tengger tidak kebingungan untuk mencari beras karena sudah mengkonsumsi nasi aron untuk kebutuhan sehari-hari selama Ramadhan. "Saya tidak bingung untuk membeli beras karena harga beras terlalu mahal bagi warga Tengger," katanya.

 

Antara
Sumber :
Penulis: MBK   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!