Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Luapkan Stres dengan Meremukkan Biskuit
Sabtu, 22 Agustus 2009 | 21:12 WIB
TPG IMAGES

BEIJING, KOMPAS.com - Kehidupan yang penuh persaingan menjadi ciri masyarakat modern. Semua ini membuat orang mudah tertekan dan stres. Orang pun mencari cara agar lepas dari tekanan. Mungkin dengan dugem, olahraga atau belanja. Tapi yang ini aneh dan terjadi di China.

Seorang staf penjualan di satu pasar swalayan di negeri tirai bambu mengatakan, "Sebagian orang meremukkan makanan, seperti biskuit, jadi berkeping-keping. Kami menemukan begitu banyak makanan yang remuk-redam sehingga kami dapat memasukkannya ke dalam kotak besar setiap hari."
    
Banyak ahli mengatakan, sebagian besar orang itu adalah pekerja kantoran di kota besar dan sedang, kelompok yang paling sering menghadapi tekanan persaingan jaman modern.

Namun metode mereka untuk menghilangkan stres telah menyulut kecaman dari pemilik pasar swalayan dan pembeli lain.

Seorang pelanggan berkata, "Orang mesti menyesuaikan diri guna meredakan tekanan, bukan melakukan tindakan semacam ini. Perilaku ini membahayakan diri mereka sendiri dan orang lain."

Keprihatinan mengenai peremuk makanan dibenarkan. Banyak ahli ilmu jiwa mengatakan tingkah-laku itu dapat berkembang jadi perbuatan kriminal yang akan melukai orang lain. Mereka menyarankan para peremuk makanan membuat perubahan sebelum mereka sangat terlambat.

Ma, Direktur Pusat Psikologi Yanyuanbosi Beijing, mengatakan, "Mereka dapat menemukan beberapa cara yang lebih baik guna meredakan tekanan, seperti berjogging, mendengarkan musik, atau pergi ke bar."
    
Sudah tiba waktunya untuk menemukan cara lain meredakan tekanan dan meninggalkan tindakan yang berbahaya.

ANT
Sumber :
Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!