Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Stres Memperberat Alergi?
Jumat, 21 Agustus 2009 | 11:26 WIB
shutterstock
Waspada hal-hal di kantor yang bisa bikin stres tanpa Anda sadari.
TERKAIT:

Alergi biasanya terjadi karena adanya interaksi antara faktor genetik dan lingkungan. Pencetus alergi di sekitar kita antara lain tungau debu rumah, binatang piaraan, serbuk bunga, kecoa, karpet, hingga asap rokok.

Pada orang yang menderita alergi, sistem kekebalan tubuhnya bereaksi berlebihan terhadap benda asing tertentu atau alergen (zat yang menimbulkan alergi) sebagai benda asing yang berbahaya. Oleh karena itu, penderita alergi disarankan untuk menghindari hal-hal yang bisa menimbulkan alergi.

Para ahli berpendapat gaya hidup modern saat ini tidak menyokong alergi. Yang terjadi sebaliknya, justru meningkatkan kekerapan alergi. Misalnya saja gaya hidup yang selalu stres. Pasalnya, seringkali stres memperburuk reaksi alergi.

Selama bertahun-tahun, para ahli mencoba melihat kaitan antara pengaruh psikologi, seperti stres dan kecemasan, terhadap reaksi alergi. Para ahli menduga hal itu terkait dengan sistem imun. Stres diketahui menyebabkan sistem imun bereaksi dengan cara mengeluarkan senyawa untuk merespon benda asing yang menyebabkan alergi.

Studi mengenai kaitan antara stres dan alergi yang paling anyar dilakukan ilmuwan dari Ohio State University tahun ini. Selama dua hari yang berbeda para ahli meminta para penderita alergi musiman (hay fever) melakukan tes kulit untuk mengukur respon mereka terhadap alergen, termasuk ukuran bentolan di kulit yang biasanya muncul pada penderita alergi.

Di hari pertama para responden diminta berbicara di depan para ilmuwan kemudian diminta memecahkan soal matematika. Pada hari berikutnya, mereka diminta mengerjakan tugas yang terlalu menimbulkan stres, seperti membaca majalah. "Diameter bentol membesar saat mereka berada dalam kondisi stres, bila dibandingkan dengan saat mereka mengerjakan hal yang lebih ringan," kata peneliti.

Karena itu, selain menghindari pencetus alergi, penderita alergi disarankan untuk memiliki pola hidup yang seimbang agar terhindar dari stres.

New York Times
Sumber :
Penulis: AN   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!