JAKARTA, KOMPAS.com - Universitas Indonesia (UI) membangun dua proyek fisik untuk publik, yaitu Pusat Akademik bagi Masyarakat Umum dan Pusat Kesehatan Wanita Indonesia Terintegrasi. Rabu (19/8) bertempat di Pegangsaan Timur no. 17 dilakukan pemancangan tiang pertama (ground breaking) Convention Center for Academic Activities (CCAC) dan Women Health Center (WHC). CACC dibangun di atas lahan seluas 20.000 meter persegi. Sedangkan WHC akan dibangun di atas lahan seluas 3.519 meter persegi.
Deputi Direktur Kantor Komunikasi UI, Devie Rahmawati, Selasa (18/8) di Jakarta mengatakan, pembangunan Convention Center for Academic Activities (CACC) ini merupakan bagian dari grand design pengembangan model pendidikan Smart Education for Smart Society. Mulai tahun 2009 ini, UI membuka kelas-kelas pengajarannya untuk dapat diakses oleh masyarakat umum dari berbagai kalangan.
Sejalan dengan program tersebut, UI menyadari bahwa sejak lama aktivitas-aktivitas akademik seperti diskusi, seminar, publikasi buku penelitian dan sebagainya, telah menarik perhatian publik (baik dalam maupun luar negeri). "Namun, sayangnya, masyarakat sering kali kesulitan mengakses lokasi pelaksanaan berbagai kegiatan akademik tersebut," katanya.
Demi memberikan keleluasaan bagi masyarakat mengkonsumsi pengetahuan yang telah diproduksi oleh para ilmuwan-ilmuwan terbaik bangsa, dibangunlah pusat convention yang bersifat comprehensive yang terdiri atas dua tower (10 lantai), dengan fasilitas seperti ballroom, meeting-rooms, teleconference room, dan toko buku.
Tidak hanya itu, CACC ini nantinya akan didukung dengan pembangunan fasilitas penunjang seperti penginapan, rumah makan dan kafe. Kesemuanya dimaksudkan untuk terus memicu semangat melakukan aktifitas akademik seperti penelitian dan peng ajaran. Ini sejalan dengan u paya UI untuk menjadikan universitas sebagai basis knowledge creation bukan hanya sekedar knowledge distribution. Oleh karenaya UI haruslah terus mengupayakan membangun suasana akademik yang kondusif melalui tersedinya berbagai fasilitas terbaik bagi para ilmuwan.
Sedangkan Women Health Center (WHC) yang berlokasi di kawasan yang sama, diharapkan menjadi pusat rujukan bagi pelayanan kesehatan wanita di seluruh Indonesia. WHC yang akan dibangun 10 lantai dengan fasilitas 100 kamar ini terdiri atas rumah sakit da n pusat konsultasi kesehatan khusus wanita, dimana perempuan dapat bertukar pikiran serta memperoleh pengetahuan dari para pakar seputar isu kesehatan wanita baik fisik maupun psikis.
Menurut Devie, UI menyadari bahwa perhatian yang luas terhadap kualitas kese hatan wanita juga berarti kepedulian terhadap kualitas kehidupan bangsa. Berbagai kajian memperlihatkan manfaat yang luas apabila negara memberikan perhatian besar untuk melakukan investasi di bidang pelayanan kesehatan perempuan khususnya yang terkait dengan keseha tan reproduksi dan Keluarga Berencana, termasuk di dalamnya kesehatan ibu dan anak.
Dia melukiskan, di Thailand, setiap dollar dari investasi program kesehatan perempuan akan menghemat lebih dari 16 dollar AS untuk biaya sosial lain; Di Vietnam, menghemat 8 dollar AS; Di Mesir, investasi satu dollar menghemat 31 dollar untuk biaya sosial lain. Selain itu, investasi untuk kesehatan ibu juga mengurangi potensi hilangnya produktivitas global akibat kematian ibu melahirkan dan bayi yang nilainya setara dengan 16 miliar dollar AS per tahun.